Daftar Produsen Baja Terbesar Dunia: Indonesia Masuk Papan Atas
Idris Rusadi Putra July 31, 2026 01:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Produksi baja mentah Turkiye dilaporkan mencapai 38,1 juta metrik ton pada tahun lalu, naik dari 36,9 juta metrik ton pada tahun 2024. Pencapaian ini menempatkan Turkiye sebagai produsen baja terbesar ketujuh di dunia, berdasarkan laporan terbaru dari Asosiasi Baja Dunia (World Steel Association).

Mengutip dari laman Anadolu, Jumat (31/7/2026), Asosiasi Baja Dunia menyampaikan bahwa naiknya posisi Turkiye ke peringkat ketujuh dunia pada tahun 2025 mencerminkan tren pertumbuhan produksi baja di negara-negara berkembang. Sementara itu, produksi di negara-negara maju cenderung stagnan, dan tren ini diperkirakan akan terus berlanjut.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Baja Turkiye (TCUD), Veysel Yayan, mengatakan bahwa meskipun sektor baja Turkiye sempat mengalami fluktuasi, negara tersebut berhasil melampaui Jerman. Hal ini menegaskan kuatnya infrastruktur industri di Turkiye.

"Turkiye dapat tumbuh secara stabil jika mampu menjaga volume impor di bawah 19,5 juta metrik ton pada tahun-tahun mendatang, sekaligus naik satu peringkat dalam jangka menengah, bahkan berpotensi melampaui Rusia atau Korea Selatan, mengingat saat ini Turkiye merupakan produsen baja terbesar di Eropa," tambahnya.

Peningkatan produksi baja mentah Turkiye didorong oleh pulihnya pasar ekspor, pemanfaatan kapasitas produksi secara efisien, serta investasi yang meningkatkan daya saing, di samping kuatnya permintaan domestik. Performa produksi dan ekspor sektor ini diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi global.

China Produsen Terbesar

Pekerja menyelesaikan konstruksi baja untuk bangunan bertingkat di Jakarta. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Pekerja menyelesaikan konstruksi baja untuk bangunan bertingkat di Jakarta. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

China tetap menjadi produsen baja terbesar di dunia dengan volume produksi mencapai 960,8 juta metrik ton pada tahun lalu, meskipun angka tersebut turun dari 1,0051 miliar metrik ton pada tahun sebelumnya.

India mempertahankan posisi kedua dengan meningkatkan produksi baja mentahnya menjadi 164,9 juta metrik ton, naik dari 149,4 juta metrik ton pada tahun sebelumnya. 

"China sejauh ini merupakan produsen baja terbesar di dunia sehingga posisinya sulit tergeser, namun India secara konsisten memperkuat posisi kedua melalui peningkatan output yang stabil," ujar Yayan.

"India diproyeksikan mencapai produksi 350 juta metrik ton baja mentah pada tahun 2047. Di sisi lain, China terpaksa menekan produksinya akibat stagnasi dan perlambatan di sektor konstruksi, meskipun penurunannya tergolong tipis."

Yayan mencatat bahwa China tengah menghadapi penolakan global melalui berbagai langkah proteksionisme. Kondisi ini berpotensi menurunkan volume ekspornya secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang. Produksi China pun diperkirakan terus menyusut sebesar 2% hingga 3% seiring telah rampungnya sebagian besar investasi infrastruktur serta masih berkontraksinya sektor konstruksi.

Ia menambahkan bahwa produksi China bisa merosot hingga sekitar 800 juta metrik ton, sedangkan India berpotensi melonjak hingga mendekati 350 juta metrik ton.

Pemimpin Pasar Lainnya, Termasuk Posisi Indonesia

Amerika Serikat menyalip Jepang untuk menduduki peringkat ketiga dengan produksi 80,7 juta metrik ton, disusul oleh Rusia di angka 67,9 juta metrik ton dan Korea Selatan sebesar 62,2 juta metrik ton. 

Jerman berada di peringkat kedelapan dengan memproduksi 34,1 juta metrik ton.

Brasil menempati posisi kesembilan dengan 33,4 juta metrik ton, diikuti oleh Iran sebesar 32 juta metrik ton yang melengkapi daftar 10 besar.

Vietnam menduduki peringkat ke-11 dengan 24,7 juta metrik ton, disusul oleh Italia dengan 20,7 juta metrik ton dan Indonesia dengan kisaran 19 juta metrik ton.

Secara global, produksi baja mentah dunia turun menjadi 1,848 miliar metrik ton pada tahun 2025 yang dipicu oleh merosotnya output China. Penurunan produksi juga terjadi di sejumlah negara produsen utama lainnya, termasuk Jepang, Rusia, Korea Selatan, Jerman, Meksiko, Kanada, Prancis, dan Inggris. 

Meski demikian, beberapa negara seperti Turkiye, India, Arab Saudi, Aljazair, Australia, Portugal, dan Qatar justru berhasil mencatatkan peningkatan produksi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.