Tiga Bulan Dilanda Kekeringan, Delapan Kelurahan di Kasemen Kota Serang Krisis Air Bersih
Vega Dhini July 31, 2026 02:07 PM

‎Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana

‎TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sebanyak delapan kelurahan di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten, dilanda kekeringan akibat menyusutnya debit air Sungai Cibanten. 

‎Kondisi tersebut telah berlangsung sejak Mei 2026 itu memicu krisis air bersih bagi warga sekaligus mengancam ribuan hektare lahan persawahan.

‎Delapan wilayah terdampak tersebut meliputi Kelurahan Bendung, Terumbu, Kilasah, Mesjid Priyayi, Kasunyatan, Warung Jaud, Sawah Luhur, dan Margaluyu. 

‎Kekeringan diduga dipicu fenomena El Nino yang menyebabkan berkurangnya pasokan air baku di wilayah pesisir Kota Serang.

‎Sekretaris Camat Kasemen, Roni Rohimat, mengatakan dampak kekeringan terus meluas dan kebutuhan air bersih masyarakat semakin mendesak.

‎"Kondisinya cukup parah. Warga sangat membutuhkan air bersih. Kekeringan ini sudah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir, mulai dari Mei, Juni, hingga Juli," ujar Roni saat dihubungi, Jumat (31/7/2026).

‎Selain menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih untuk memasak, mencuci, dan konsumsi sehari-hari, kekeringan juga mulai mengancam sektor pertanian. 

‎Menurunnya pasokan air irigasi dikhawatirkan menyebabkan ribuan hektare sawah mengalami penurunan produksi hingga berpotensi gagal panen.

‎Menurut Roni, kekeringan yang terjadi setiap tahun dipengaruhi keterbatasan sumber air baku serta belum meratanya infrastruktur jaringan air bersih di kawasan pesisir, khususnya Kecamatan Kasemen.

‎Sebagai langkah penanganan darurat, Pemkot Serang bersama pemerintah kecamatan, kelurahan, dan Perumda Tirta Madani terus mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan armada tangki kepada warga terdampak.

‎"Alhamdulillah, bantuan air bersih sudah dikirimkan secara kolaboratif oleh Pemkot Serang, jajaran kecamatan, kelurahan, serta Perumda Tirta Madani. Ke depan, ada tiga titik di wilayah rawan yang akan dipasangi jaringan PAM," kata Roni.

‎Meski demikian, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dinilai hanya menjadi solusi sementara. 

‎Pemkot Serang menargetkan pembangunan sarana penyediaan air bersih dan perluasan jaringan Perusahaan Air Minum (PAM) mulai direalisasikan pada 2027.

‎"Untuk tahun 2027, Pemkot Serang rencananya menganggarkan atau mendapatkan bantuan dari pusat terkait sarana air bersih. Insyaallah, masalah ini bisa teratasi dengan adanya jaringan PAM nanti," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.