TNI AL dan Rusia Tuntaskan Orruda 2026, Asah Kekuatan Tempur di Laut Jepang
Febri Prasetyo July 31, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Angkatan Laut Rusia menuntaskan latihan gabungan Orruda 2026 di Laut Jepang yang menampilkan berbagai skenario operasi tempur maritim, mulai dari pembebasan kapal yang dibajak, penanggulangan serangan drone, hingga pertahanan udara.

Latihan yang berlangsung pada 29–30 Juli 2026 itu menjadi latihan angkatan laut bilateral kedua antara Indonesia dan Rusia sejak pertama kali digelar pada 2024.

TASS melaporkan Rusia mengerahkan korvet Sovershenny, sedangkan Indonesia mengirim fregat KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dalam latihan yang berlangsung di perairan dekat Vladivostok.

Latihan Simulasikan Ancaman Perang Laut Modern

Berbeda dengan latihan patroli biasa, Orruda 2026 mengusung skenario yang menggambarkan ancaman maritim modern.

Rekaman yang dirilis Viory memperlihatkan awak kedua kapal berlatih membebaskan kapal yang disimulasikan dibajak kelompok teroris melalui operasi Visit, Board, Search and Seizure (VBSS).

Selain itu, prajurit kedua negara melakukan latihan penembakan sasaran menggunakan sistem artileri kapal, menghadapi serangan perahu nirawak dan pesawat nirawak (drone), hingga operasi pencarian dan penyelamatan korban di laut.

Helikopter Panther HS-1310 milik TNI AL dan Kamov Ka-28 milik Angkatan Laut Rusia juga diterjunkan untuk mendukung berbagai skenario operasi gabungan.

Baca juga: TNI AL dan Angkatan Laut Rusia Selesai Latihan Militer Orruda 2024 di Surabaya

Uji Kemampuan Tempur dan Pertahanan Udara

Berdasarkan keterangan Dinas Penerangan TNI AL, latihan diawali dengan Leaving Harbour sebelum kedua kapal melaksanakan Join Maneuver Exercise untuk menguji kemampuan olah gerak dan formasi tempur di laut.

Tahapan berikutnya mencakup latihan penguasaan kapal, Gunnery Exercise dengan penembakan meriam 76 mm dari KRI I Gusti Ngurah Rai-332, latihan menghadapi drone, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), hingga simulasi pertahanan udara.

Sementara itu, TASS menyebut pada fase akhir latihan, kedua kapal juga mensimulasikan penangkalan serangan udara dengan melakukan deteksi target serta penggunaan sistem pertahanan udara kapal.

Perkuat Interoperabilitas TNI AL dan Rusia

Selain meningkatkan kemampuan tempur, Orruda 2026 juga menjadi ajang memperkuat interoperabilitas antara angkatan laut kedua negara.

Menurut Dinas Penerangan TNI AL, latihan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama pertahanan Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang keamanan maritim.

Interaksi langsung antarprajurit, pertukaran pengalaman operasional, hingga penyelarasan prosedur menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan menghadapi berbagai tantangan keamanan di laut.

Pada hari kedua, latihan ditutup dengan Farewell Formation, yakni manuver penutup sebagai simbol berakhirnya Orruda 2026.

Kedua kapal juga saling mengirimkan sinyal bendera maritim internasional yang bermakna, "Semoga perjalanan Anda aman."

Digelar di Tengah Dinamika Indo-Pasifik

Baca juga: China Gelar Latihan Militer Gabungan dengan Rusia: Dilanjutkan Patroli di Pasifik, Barat Pasang Mata

Pelaksanaan Orruda 2026 di Laut Jepang turut menarik perhatian karena berlangsung di kawasan yang memiliki nilai strategis di Indo-Pasifik.

Times of India melaporkan latihan tersebut menjadi sorotan pengamat keamanan karena digelar di dekat wilayah sekutu utama Amerika Serikat, Jepang, ketika dinamika geopolitik kawasan terus meningkat.

Pemerintah Indonesia maupun Rusia menegaskan Orruda 2026 merupakan bagian dari kerja sama pertahanan bilateral yang berfokus pada peningkatan profesionalisme, interoperabilitas, serta kesiapan menghadapi ancaman keamanan maritim, termasuk pembajakan, terorisme, penggunaan drone, dan operasi penyelamatan di laut.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.