TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi diambil dari anggaran pendidikan menjadi perhatian berbagai kalangan.
Bupati OKU Timur, Lanosin, menyampaikan keputusan tersebut patut dihormati selama bertujuan untuk memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat.
Lanosin menilai setiap kebijakan yang dilandasi niat baik pada akhirnya akan membawa dampak positif bagi pembangunan, termasuk dalam sektor pendidikan dan pemenuhan gizi anak.
"Kalau berbicara terkait keputusan MK mengenai pemisahan anggaran pendidikan dan anggaran MBG, bagi saya selama niatnya baik, maka keputusan itu tentu juga baik. Pemerintah tentu memiliki tujuan agar masing-masing program bisa berjalan lebih optimal," ujarnya saat diwawancarai jurnalis TribunSumsel.com seusai sidang paripurna, Jumat (31/7/2026).
Menurut Lanosin, fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan kualitas pendidikan di OKU Timur terus meningkat.
Dari sisi infrastruktur pendidikan, ia menyebut kondisi sekolah di wilayahnya secara umum sudah semakin baik dan mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui berbagai program revitalisasi.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di beberapa wilayah yang sulit dijangkau, khususnya sekolah filial yang berada di daerah terpencil. Namun, pemerintah berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bertahap.
"Ada beberapa wilayah yang memang aksesnya masih sulit sehingga terdapat sekolah filial. Mudah-mudahan ke depan dapat didefinitifkan. Apalagi kawasan tersebut sudah mendapatkan perhatian pemerintah melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), sehingga kami berharap pelayanan pendidikan di sana semakin baik," katanya.
Selain pembangunan fisik sekolah, Lanosin berharap pengembangan pendidikan di masa mendatang juga diarahkan pada transformasi digital.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus dapat dinikmati seluruh peserta didik tanpa memandang lokasi sekolah.
"Setelah revitalisasi infrastruktur berjalan, harapan kami berikutnya adalah penguatan pendidikan digital. Saya ingin anak-anak yang sekolah di OKU Timur memiliki pola pikir, wawasan, dan kesempatan belajar yang sama seperti anak-anak di kota-kota besar," ungkapnya.
Di sisi lain, Bupati menilai Program Makan Bergizi Gratis tetap memiliki manfaat besar, terutama dalam mendorong perputaran ekonomi daerah.
Kehadiran program tersebut dinilai membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, petani, peternak, hingga penyedia jasa yang terlibat dalam rantai pasok kebutuhan pangan.
Meski demikian, ia menilai masih diperlukan penyempurnaan dari sisi pelaksanaan di lapangan. Hingga kini masih terdapat sejumlah wilayah yang belum sepenuhnya merasakan manfaat program tersebut karena kendala teknis dan distribusi.
"Secara ekonomi, MBG sangat bagus untuk daerah kita. Tinggal bagaimana petunjuk teknis dan metode pelaksanaannya terus disempurnakan, terutama untuk daerah-daerah yang berada di ujung wilayah. Jangan sampai ada anak-anak yang belum bisa menikmati program ini hanya karena persoalan teknis," tegasnya.
Lanosin berharap evaluasi terhadap pelaksanaan MBG terus dilakukan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil.
"Harapan kami sederhana, seluruh anak-anak di OKU Timur memiliki kesempatan yang sama, baik dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas maupun manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis. Jika pemerataan itu bisa terwujud, maka tujuan negara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia akan semakin cepat tercapai," pungkasnya.
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com