Namun, sebelumnya sangat disarankan agar siswa mencari jawaban tersebut terlebih dahulu dan menjadikan kunci jawaban sebagai referensi atau rujukan jawaban.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 berikut untuk soal pada Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI (Edisi Revisi) yang ditulis K. Waskitaningtyas, Heny Marwati.
Buku diterbitkan Penerbit Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, KemendikbudRistek Tahun 2024.
Pada halaman 10 sampai 13 memuat soal Kegiatan 2 Menentukan Pola Pengembangan Paragraf, Bab I Mengenalkan Produk Pangan Lokal Indonesia.
Selengkapnya Tribunsumsel.com sajikan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 10-13 diolah dari buku panduan guru dan Media Pembelajaran dibantu kecerdasan buatan diakses Jumat, 31 Juli 2026.
Menentukan pola pengembangan paragraf.
Pola pengembangan paragraf deduksi yaitu ketika kalimat utama terletak di awal paragraf dan diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. Namun, apabila sebuah paragraf diawali dengan kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat utama, pengembangan seperti ini dinamakan pengembangan paragraf induksi.
1. Jawablah soal benar atau salah di bawah ini!
Kunci Jawaban: salah
2. Hanya terdapat satu kalimat penjelasan dalam satu paragraf untuk menjelaskan ide pokok.
Kunci Jawaban: salah
3. Pola pengembangan paragraf deduksi dimulai dengan pernyataan umum kemudian diakhiri dengan pernyataan-pernyataan khusus.
Kunci Jawaban: benar
4. Kalimat utama pada pengembangan induktif terletak di akhir paragraf.
Kunci Jawaban: benar
5. Pola pengembangan induktif dimulai dengan pernyataan-pernyataan khusus kemudian diakhiri dengan pernyataan umum.
Kunci Jawaban: benar
2. Identifikasilah pola pengembangan paragraf deduksi atau induksi paragraf-paragraf di bawah ini!
a) Pemerintah lewat Kementerian Pertanian berniat menambah luas lahan sawah guna menciptakan ketahanan pangan nasional. Hal ini dirasa penting karena banyak lahan pertanian yang mengalami alih fungsi. Ketahanan pangan ini dirasa mendesak untuk segera dilakukan karena krisis yang melanda seluruh bangsa di dunia. Setiap bangsa harus segera memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan tidak bisa menggantungkan impor dari bangsa lain. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang terutama menyangkut daerah mana di Indonesia yang layak untuk segera dibuka menjadi lahan pertanian baru.
Kunci Jawaban: Deduksi
b) Buah lokal dipercaya lebih sehat dan segar dibandingkan buah impor. Hal ini disebabkan buah impor yang masuk ke Indonesia memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses pengirimannya. Seperti buah apel yang diimpor dari Amerika. Mereka butuh waktu lebih dari tiga minggu untuk sampai ke tanah air. Hanya dengan proses pengawetan buah tersebut akan tetap segar ketika sampai ke masyarakat Indonesia. Dengan alasan inilah maka mengonsumsi buah lokal dirasa lebih
menyehatkan karena pastinya tidak ada unsur pengawet.
Kunci Jawaban: Induksi
c) Gerakan mencintai barang dalam negeri makin lantang digaungkan. Buah dan sayur sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia juga menjadi fokus gerakan. Namun, sejumlah permasalahan masih terus mengganjal. Baru-baru ini, Menteri Pertanian mengatakan bahwa tingkat konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia masih rendah. Tingkat konsumsi buah lokal masyarakat Indonesia belum mencapai 40 kg per kapita setiap tahun, padahal seharusnya lebih dari 65 kg per kapita per tahun. Permasalahan yang lain seperti volume produksi dari tingkat petani. Selama ini produksi buah-buahan lokal masih dari usaha yang bersifat pekarangan, bukan perkebunan besar. Dengan kondisi tersebut volume produksi buah-buahan lokal Indonesia juga menjadi terbatas.
Kunci Jawaban: Deduksi
d) Kota Batu, Malang, Jawa Timur selama ini dikenal sebagai penghasil apel. Tetapi ternyata kota sejuk di Kota Malang tersebut juga menghasilkan ketela khas yang sangat disukai oleh masyarakat Jepang, yaitu ketela ungu. Para petani di Batu, Malang, bahkan hampir setiap bulan mengekspor jenis umbi ini. Masyarakat Jepang sangat suka mengonsumsi umbi ungu karena banyak manfaat kesehatan yang ada pada kandungan umbi tersebut. Beberapa manfaat mengonsumsi umbi ungu adalah bisa mencegah penyakit asma, kanker, dan bahkan diabetes. Memang sangat luar biasa di saat kita suka mengonsumsi produk makanan asing seperti beberapa jenis makanan cepat saji yang
belum tentu sehat untuk tubuh kita. Ternyata makanan produk lokal Indonesia disukai oleh orang Jepang. Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah mengonsumsi produk makanan lokal Indonesia karena ternyata banyak manfaat kesehatan yang kita dapatkan dari produk makanan lokal kita.
Kunci Jawaban: Induksi
3. Tulislah sebuah paragraf dengan pola pengembangan deduksi dan sebuah paragraf dengan pola pengembangan induksi. Masing-masing paragraf minimal terdiri atas tujuh kalimat dengan tema "Tempe sebagai Sumber Makanan Protein Nabati".
Untuk membantumu menyusun kedua paragraf tersebut bisa menggunakan kosakata di bawah ini!
murah • protein • kedelai • sehat • fermentasi
masyarakat • makanan • nabati
Kunci Jawaban:
Paragraf Deduksi
Tempe, makanan yang tidak asing bagi lidah orang Indonesia, telah menjadi salah satu asupan sumber protein nabati yangkaya manfaat. Setiap tempe yang kita konsumsi mengandung berbagai zat bergizi penting, seperti terdapat karbohidrat, kalori, protein nabati, dan serat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Berdasarkan beberapa penelitian, protein nabati dalam tempe dinilai lebih baik bagi tubuh dibanding dengan sumber protein hewani.
Paragraf Induksi
Tempe telah menjadi asupan makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tahukah Anda bahwa di balik kelezatannya, tempe menyimpan segudang manfaat bagi tubuh?
Kandungan serat dan zat-zat penting seperti karbohidrat, kalori, dan protein nabati menjadikannya makanan yang istimewa. Protein nabati yang dihasilkan tempe dipercaya lebih baik sebagai sumber suplai protein dibandingkan dengan sumber protein hewani seperti daging sapi. Oleh karena itu, tempe sebagai produk pangan lokal Indonesia perlu dikembangkan dan diproduksi dengan teknologi modern agar menjadi produk andalan bangsa.
4. Berdasarkan teks yang berjudul “Diversifikasi untuk Ketahanan Pangan”, tentukan pola pengembangan paragraf yang digunakan dalam setiap paragrafnya!
Kunci Jawaban:
Paragraf 1: Ketahanan pangan sangat penting untuk diperkuat sekarang ini. (pengembangan deduksi)
Paragraf 2: Melansir data Badan Pusat Statisik (BPS), impor beras mencapai 2,25 juta ton pada 2018. (pengembangan deduksi)
Paragraf 3: Ketergantungan pada beras juga menjadi ironi di tengah besarnya kekayaan sumber daya alam negeri ini berupa ragam sumber hayati penghasil karbohidrat tinggi. (pengembangan deduksi)
Paragraf 4: Penyeragaman konsumsi beras di Indonesia membuat makanan pokok lokal terabaikan. (pengembangan induksi)
Paragraf 5: Dengan demikian konsumsi pangan lokal sebagai sumber karbohidrat lain pun diharapkan terus meningkat. (pengembangan induksi)
Paragraf 6: Kementerian Pertanian mengajak seluruh gubernur dan bupati/wali kota untuk bersinergi menguatkan gerakan diversifikasi pangan ini dalam upaya mengukuhkan ketahanan pangan. (pengembangan deduksi)
Paragraf 7: Upaya diversifikasi pangan lokal ini ditargetkan menurunkan konsumsi beras dari 94,9 kg per kapita per tahun menjadi 85 kg per kapita per tahun pada 2024. (pengembangan deduksi)
Paragraf 8: Pemerintah tidak bisa tiba-tiba memaksakan kebijakan diversifikasi pangan jika produksi panganlokal, seperti umbi-umbian, di setiap wilayah belum bisa ditingkatkan. (pengembangan deduksi)
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 11 Halaman 8-9-10, Activity 5: Lets Learn the Language Features
Baca juga: Kunci Jawaban PKN Kelas 11 Halaman 8 Kurikulum Merdeka, Aktivitas 1.2 Bab 1: Menjiwai Pancasila
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com