TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sederet fakta dan temuan terbaru terkait kasus pembunuhan satpam di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat diungkap penyidik.
Kepolisian Daerah Jawa Barat menurunkan tim gabungan untuk mempercepat pengungkapan kasus tewasnya seorang satpam bernama Sumarna (40).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya intensif kepolisian dalam mengusut penyebab kematian korban yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
Kapolda Jawa Barat, Pipit Rismanto, mengatakan bahwa penyidik terus mendalami kasus tersebut melalui serangkaian investigasi dan pemeriksaan terhadap sejumlah temuan di lapangan.
Ia menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius dan akan ditangani secara maksimal.
"Ini tentunya akan menjadi evaluasi kita, tapi kita akan menurunkan tim gabungan untuk mem-backup Polres Purwakarta agar mudah-mudahan ini cepat terungkap. Mohon doa restunya," kata Pipit dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jumat (31/7/2026) dikutip dari Antara.
Baca juga: Pemilik Borgol di Jasad Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak, Polisi Bongkar Jejak Korban Sebelum Dibunuh
Dalam upaya mempercepat pengungkapan kasus, Polda Jawa Barat mengerahkan tim gabungan yang bertugas mendukung kinerja Polres Purwakarta.
Tim ini bekerja dengan melakukan pendalaman terhadap hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan bukti tambahan.
Menurut Pipit, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar telah diperintahkan untuk melakukan gelar perkara berdasarkan hasil investigasi awal.
"Ya, di Purwakarta ini sedang dalam proses. Kita perintahkan jajaran kami, ini ada Pak Direskrimum juga, para penyidiknya sudah dipanggil untuk dilakukan gelar hasil-hasil investigasi sementara mulai dari olah TKP," kata Pipit.
Gelar perkara tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan arah penyelidikan selanjutnya.
Hasilnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi guna memastikan setiap langkah penyidikan berjalan sesuai prosedur.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penyidik menemukan indikasi adanya luka pada tubuh korban.
Namun, temuan tersebut masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut.
Kapolda menyebutkan bahwa dugaan awal mengarah pada kemungkinan korban telah meninggal dunia sebelum jasadnya berada di perairan waduk.
"Ya, diduga ada luka karena benturan benda keras, atau meninggal sebelum dibuang ke dalam air ini," kata Pipit.
Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan secara pasti penyebab kematian korban. Seluruh kemungkinan masih terbuka dan akan dikaji berdasarkan hasil investigasi lanjutan.
Sumber: Kompas.com