Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mendorong jaringan retail modern untuk turut menampilkan ciri khas daerah sebagai upaya memperkenalkan identitas lokal kepada masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Disperindag Morowali, Amir Aminudin, saat menggelar rapat bersama pihak Alfamidi, Jumat (31/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Amir mendorong agar batik khas Morowali dapat dipajang dan dipromosikan di gerai-gerai Alfamidi beroperasi di Kabupaten Morowali.
Baca juga: Guru SMA di Buol Diduga Dianiaya Siswanya Usai Menegur Saat Salat Jumat, Polisi Selidiki Kasus
“Saya mendorong kepada pihak Alfamidi agar ke depan batik khas Morowali bisa ditampilkan oleh Alfamidi,” kata Amir.
Menurutnya, Morowali merupakan salah satu daerah yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Karena itu, keberadaan retail modern dinilai dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan budaya dan identitas daerah kepada para pengunjung.
Ia mengatakan, dengan menampilkan batik khas Morowali di gerai retail modern, masyarakat maupun tamu yang datang ke Morowali akan lebih mudah mengenal salah satu produk budaya unggulan daerah.
Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Morowali dengan pelaku usaha retail modern dalam mendukung promosi produk-produk lokal.
Amir menilai retail modern memiliki jangkauan yang luas dan dikunjungi banyak masyarakat setiap hari, sehingga keberadaannya dapat dimanfaatkan sebagai media promosi yang efektif bagi produk unggulan daerah, khususnya batik khas Morowali.
Tak hanya memperkenalkan budaya lokal, inisiatif tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM dan pengrajin batik di Morowali.
Baca juga: Kemenkum Sulteng dan Gekrafs Bersinergi Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Berdaya Saing
Disperindag Morowali berharap kerja sama dengan retail modern dapat terus ditingkatkan sehingga tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, tetapi juga memberikan ruang yang lebih besar bagi produk-produk lokal untuk dikenal dan diminati masyarakat.(*)