25 Warga OKI Terserang DBD Sepanjang Juli 2026, Dinkes Minta Warga Waspada, Gencarkan PSN & Fogging
pairat July 31, 2026 05:27 PM

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Ancaman gigitan nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD) masih mengintai masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Sepanjang Juli 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKI mencatat sebanyak 25 warga terjangkit DBD. Kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, H. Alamsyah, melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, M. Fahmi, membenarkan masih adanya penyebaran kasus DBD di sejumlah wilayah.

Ia mengatakan petugas kesehatan di wilayah terdampak telah bergerak cepat melakukan berbagai langkah penanganan.

"Memang masih ada warga yang terjangkit. Di beberapa puskesmas sudah dilakukan penyelidikan epidemiologi, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan fogging (pengasapan)," ujar Fahmi saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026).

Meski fogging dilakukan untuk membasmi nyamuk dewasa, Fahmi menegaskan bahwa upaya paling efektif dalam memutus rantai penularan DBD adalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"PHBS harus terus diterapkan karena menjadi langkah utama dalam mencegah DBD," katanya.

Dinkes OKI mengimbau masyarakat agar lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti rutin menguras bak mandi dan tempat penampungan air, tidak menggantung pakaian terlalu lama, serta membersihkan sudut-sudut rumah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Rajin menguras bak mandi serta tempat penampungan air lainnya. Jangan menggantung pakaian karena dapat menjadi tempat nyamuk bersembunyi. Selain itu, bersihkan lingkungan dan hindari adanya genangan air yang menjadi tempat jentik nyamuk berkembang biak," jelasnya.

Fahmi juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gejala DBD yang kerap menyerupai penyakit lain.

Menurutnya, DBD dapat berkembang melalui beberapa fase dan berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak segera ditangani.

Ia menambahkan, meski DBD dapat menyerang semua kelompok usia, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan.

"Apabila mengalami demam tinggi secara mendadak hingga mencapai 40 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sendi, serta muncul bintik-bintik merah pada kulit, segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan," tegasnya.

Sebagai langkah pengendalian, Dinkes OKI akan segera melakukan penyelidikan epidemiologi, PSN, dan fogging apabila ditemukan kasus positif DBD di suatu wilayah.

"Jika ditemukan satu kasus positif DBD, kami akan segera melakukan penyelidikan epidemiologi, pemberantasan sarang nyamuk, dan fogging secara cepat di lokasi tersebut," pungkas Fahmi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.