Viral! Koperasi Desa Merah Putih di Serang Banten Dibangun di Atas Lumpur Belerang
Abdul Rosid July 31, 2026 06:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, menjadi sorotan publik setelah diketahui berdiri di atas kawasan yang memiliki karakteristik lumpur belerang.

Lokasi koperasi tersebut berada sekitar 500 meter dari Jalan Raya Ciruas-Petir. Untuk mencapai bangunan, pengunjung harus melewati jalan desa menuju Kampung Gosali yang sudah dibeton dan dapat dilalui kendaraan roda empat, meski di beberapa titik mulai mengalami kerusakan.

Menjelang area pembangunan, aroma belerang mulai tercium cukup kuat. Tepat di belakang gedung koperasi, sekitar 20 meter dari bangunan utama, terdapat kubangan lumpur belerang yang selama ini dikenal warga sebagai lokasi keluarnya gas dari dalam tanah.

Bangunan KDMP sendiri masih dalam tahap penyelesaian. Sejumlah bagian seperti pemasangan jendela, atap, hingga penataan interior masih dikerjakan. Di lokasi juga tampak beberapa pekerja tengah memasang kanopi di bagian depan gedung.

Baca juga: Kabar Terbaru KDMP Lebak: 58 Koperasi Diklaim Sudah Beroperasi, 134 Desa Siap Masuk Tahap Peluncuran

Di sisi kanan bangunan dibuat saluran galian untuk mengantisipasi genangan air saat musim hujan agar tidak masuk ke dalam area koperasi.

Area di sekitar bangunan didominasi lahan kosong dengan permukaan tanah berwarna abu-abu dan bertekstur pasir. 

Warga menyebut tanah tersebut merupakan endapan lumpur yang selama bertahun-tahun muncul ke permukaan sebelum akhirnya mengering.

Pada musim kemarau, kubangan belerang tampak mengering dan hanya menyisakan retakan tanah. Namun, aroma belerang masih tercium cukup menyengat.

Kondisi berbeda terjadi ketika musim hujan tiba. Warga mengungkapkan kubangan tersebut akan kembali terisi air dan mengeluarkan gelembung dari dalam tanah.

"Kalau musim hujan, kubangan itu seperti air mendidih, bergejolak," ujar warga setempat, Bisri (54), saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis.

Dibangun di Atas Lahan Bengkok Desa

Bisri yang sehari-hari bekerja sebagai perajin bata di dekat lokasi mengatakan, bangunan KDMP berdiri di atas lahan bengkok desa yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.

Menurut dia, sebelum pembangunan koperasi, lahan tersebut merupakan tumpukan material lumpur dari aktivitas gas yang telah muncul selama bertahun-tahun. 

"Iya itu dibangun di atas lumpur, lahannya dikelola sama desa," kata Bisri. 

Ia menyebut bangunan koperasi tersebut baru terlihat sekitar dua bulan terakhir.

Bisri mengetahui lahan itu akan digunakan sebagai koperasi. Namun, ia belum mengetahui barang apa saja yang nantinya dijual. 

Ia berharap harga barang di koperasi dapat lebih murah dibandingkan minimarket.

"Kalau harga barangnya murah kita beli di situ. Kalau mahal, pilih ke minimarket," ucapnya.

Sementara itu, salah satu pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cimaung yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan pembangunan KDMP saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. 

Menurut dia, pemerintah desa sebelumnya telah melakukan musyawarah sebelum menentukan lokasi pembangunan. 

Tanah bengkok desa yang tidak dimanfaatkan kemudian dipilih sebagai lokasi pembangunan KDMP. 

"Bisa dikatakan sudah 90 persen, tinggal finishing saja," kata dia saat ditemui di lokasi. 

Ia mengatakan pembangunan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026. 

Namun, terdapat batas waktu penyelesaian pada 6 Agustus 2026.

Meski bangunan belum rampung, struktur kepengurusan KDMP Cimaung telah terbentuk.

Menurut dia, manajer koperasi juga telah ditunjuk dan berasal dari luar Desa Cimaung. 

"Sudah ada strukturnya, manajernya juga sudah ada, bukan warga kampung sini, dari luar," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.