Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menaikkan jatah bantuan kapal penangkap ikan bagi nelayan setempat secara signifikan.
Awalnya hanya diusulkan 10 unit, tetapi pemerintah pusat berkomitmen menyalurkan 50 unit kapal berukuran 5 hingga 10 Gross Ton (GT) untuk kawasan Ekas di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengungkapkan bahwa kepastian ini didapat usai Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono
melakukan kunjungan lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, menteri berdialog langsung dengan para nelayan di Ekas Buana untuk menyerap keluhan sekaligus melihat kondisi riil aktivitas melaut mereka.
"Keluhan utama nelayan kita adalah keterbatasan kapal besar yang membuat area tangkapan mereka terbatas. Pemda sudah mengajukan kebutuhan 5 - 10 GT sejak awal, dan ternyata respon pusat sangat positif. Dari 10, kini ditambah menjadi 50 unit. Kita tinggal menunggu proses realisasinya," jelas Iron sapaan akrabnya pada Jumat (31/7/2026).
Baca juga: Menko Pangan Tanggapi Keluhan Nelayan Ekas yang Terimpit Utang dan Terdampak Anjloknya Harga Ikan
Tak hanya kapal fiber, pemerintah pusat juga menjanjikan tambahan satu unit kapal berbahan besi dengan bobot jauh lebih besar, yakni berkisar 30 hingga 50 GT.
"Kapal ini nantinya diharapkan menjadi andalan baru bagi armada perikanan di perairan selatan Lombok Timur," jelasnya
Sementara itu, Ketua Pengelola Kelompok Nelayan Mitra Perikanan (KNMP) Ekas Buana, Yanto, menyambut baik keputusan tersebut.
Ia menilai tambahan armada ini tepat sasaran karena selama ini sebagian besar nelayan di desanya masih mengandalkan kapal dengan ukuran di bawah 1 GT.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa Desa Ekas memiliki 277 nelayan aktif yang hanya didukung oleh 258 unit kapal.
Dari jumlah itu, hampir seluruhnya berkapasitas kecil, sehingga efektivitas penangkapan ikan dinilai belum optimal.
"Dulu kami cuma berani minta 10, tapi Alhamdulillah pemerintah malah menjanjikan 50. Kapal ukuran 5-10 GT ini sangat krusial. Dengan kapal besar, saat cuaca mendukung, sekali melaut bisa membawa hasil tangkapan tongkol atau cakalang lebih dari satu ton," ungkap Yanto.
Dengan tambahan 50 kapal baru, produktivitas nelayan Ekas dinilai akan melonjak karena mereka dapat menjangkau fishing ground yang lebih jauh, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi seluruh awak kapal di wilayah tersebut.
"Kami berharap proses penyaluran bantuan bisa berjalan cepat," tutupnya.
(*)