Disnakerperin Tarakan Berharap Job Fair Tekan Angka Pengangguran, Jumlah Pencari Kerja Ada 800 Orang
Junisah July 31, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Lowongan kerja sektor cold storage hingga pemanen sawit mendominasi pelaksanaan Job Fair 2026 yang digelar Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerperin) Tarakan, Kamis (30/7/2026) kemarin.

Dari total 496 lowongan kerja yang dibuka oleh 11 perusahaan, sebagian besar berasal dari perusahaan cold storage yang membutuhkan tenaga non-skill dalam jumlah besar. Pemerintah Kota Tarakan pun berharap seluruh formasi tersebut dapat terisi sehingga mampu mengurangi angka pengangguran di Kota Tarakan.

Kepala Disnakerperin Tarakan, Agus Sutanto, mengatakan Job Fair tahun ini merupakan satu-satunya kegiatan yang dilaksanakan sepanjang 2026 dengan konsep sederhana karena keterbatasan anggaran.

"Kebetulan Job Fair 2026 ini sekali ini, karena menyesuaikan anggaran. Dari sisi DPA juga terbatas, tetapi karena ini merupakan tugas dan fungsi kami sebagai Dinas Ketenagakerjaan, tetap kami laksanakan meskipun dengan sederhana," ujar Agus Sutanto.

Baca juga: Wali Kota Tarakan Sebut Job Fair 2026 Jadi Jembatan Pencari Kerja dan Dunia Usaha

Meski digelar secara sederhana, Agus Sutanto menyebut antusiasme perusahaan cukup tinggi. 

"Target kami sebenarnya sekitar 500 lowongan dan akhirnya bisa mendekati target tersebut. Target perusahaan juga terlampaui karena yang kami perkirakan 10 perusahaan ternyata menjadi 11 perusahaan. Alhamdulillah target kami terpenuhi," katanya.

Agus menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja paling besar berasal dari perusahaan cold storage di Tarakan. Dua perusahaan yang membuka rekrutmen dalam jumlah besar yakni PT SKA dan Minanusa Aurora.

Selain itu, PT Matahari Putra Prima Tbk melalui unit ritelnya juga membuka puluhan lowongan kerja untuk kebutuhan operasional gerai.

"Memang yang paling banyak dibutuhkan itu perusahaan cold storage. Ada satu perusahaan yang membuka sekitar 200 lowongan, ada juga sekitar 150-an. Kemudian PT Matahari Putra Prima melalui retailnya juga membuka sekitar 44 lowongan. Selebihnya ada perusahaan lain yang membuka satu atau beberapa posisi saja," jelasnya.

Menurut Agus Sutanto, mayoritas formasi yang tersedia merupakan pekerjaan non-skill, sehingga tidak mensyaratkan keahlian khusus dan terbuka bagi masyarakat yang ingin segera bekerja.

Baca juga: Job Fair 2026 di Tarakan, PT PRI Paling Banyak Pelamar, Ada 80 Berkas Lamaran Lulusan SMA/SMK dan S1

"Non-skill itu tidak membutuhkan keahlian khusus. Misalnya pekerja pengupas, kemudian pemanen sawit, lalu penderes karet. Yang penting mereka mau bekerja sehingga peluang ini terbuka bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk formasi pemanen sawit dan karet memang direkrut melalui perusahaan yang berkedudukan di Tarakan, namun lokasi penempatannya berada di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan.

"Kalau pemanen sawit dan penderes karet memang bukan di Tarakan lokasi kerjanya, tetapi perusahaannya ada di Tarakan. Penempatannya di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan," katanya.

Selain membuka peluang kerja baru, Disnakerperin berharap Job Fair mampu mengurangi jumlah pencari kerja maupun angka pengangguran di Kota Tarakan.

Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya, jumlah pencari kerja yang hadir dalam Job Fair bisa mencapai 700 hingga 1.000 orang.

"Harapan kami seluruh lowongan yang tersedia pada Job Fair ini bisa terisi sehingga jumlah pengangguran di Kota Tarakan bisa berkurang. Itu yang kami harapkan," ucap Agus.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka Kota Tarakan pada 2025 mencapai 5,06 persen atau sekitar 6.000 orang.

ANTUSIAS - Stan PT Phoenix Resources International (PRI) menjadi salah satu yang paling ramai didatangi pencari kerja pada pelaksanaan Job Fair 2026 di Gedung UPT Loka Latihan Kerja (LLK) Tarakan, Rabu (29/7/2026).
ANTUSIAS - Stan PT Phoenix Resources International (PRI) menjadi salah satu yang paling ramai didatangi pencari kerja pada pelaksanaan Job Fair 2026 di Gedung UPT Loka Latihan Kerja (LLK) Tarakan, Rabu (29/7/2026). (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

Sementara itu, jumlah pencari kerja yang tercatat secara administratif di Disnakerperin melalui penerbitan kartu pencari kerja (AK-1) hingga Juli 2026 hanya sekitar 800 orang. Dari jumlah tersebut, pencari kerja masih didominasi lulusan SMA/SMK.

"Yang paling dominan memang lulusan SLTA, sekitar 60 persen. Jadi dari sekitar 800 pencari kerja itu, lebih dari 500 orang merupakan lulusan SMA," ujarnya.

Agus memperkirakan jumlah pencari kerja akan kembali bertambah seiring banyaknya lulusan perguruan tinggi yang baru diwisuda tahun ini.

Karena itu, pihaknya juga membuka layanan pembuatan kartu pencari kerja atau kartu kuning langsung di lokasi Job Fair bagi para lulusan baru yang belum sempat mengurus administrasi.

"Yang baru lulus dan belum sempat mengurus kartu kuning, hari ini juga kami buka pelayanan kartu kuning di lokasi. Jadi bisa langsung mendaftar apabila ingin berkarier di perusahaan yang ikut Job Fair," katanya.

Ia juga mengungkapkan jumlah pencari kerja yang terdaftar  mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada triwulan kedua tahun lalu, jumlah pencari kerja yang terdaftar mencapai sekitar 1.500 orang, sedangkan hingga Juli 2026 tinggal sekitar 800 orang.

"Mudah-mudahan dengan adanya Job Fair 2026 ini semakin banyak masyarakat yang terserap bekerja," tutup Agus.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.