SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Sebanyak 10 perahu getek, transportasi air khas Kota Palembang, tampil dengan wajah baru setelah dicat ulang melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).
Revitalisasi tersebut diharapkan dapat mempercantik kawasan wisata Sungai Musi sekaligus meningkatkan daya tarik wisata dan kesejahteraan para pengemudi getek.
Program bertajuk "Musi Berdaya, Berbagi Warna, Memberdaya Cita" itu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-55 SSIA di kawasan Plataran Sungai Musi. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama BATIQA Hotel Palembang, BATIQA Hotel Lampung, BATIQA Hotel Pekanbaru, serta Paguyuban Perahu Getek Palembang.
Dengan tampilan baru yang lebih bersih, rapi, dan berwarna, perahu-perahu getek diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi wisatawan sekaligus memperkuat identitas Sungai Musi sebagai destinasi wisata unggulan Kota Palembang.
Ketua Paguyuban Getek Sungai Musi Palembang, Jelani (55), menyampaikan apresiasi atas kepedulian SSIA dan BATIQA Hotel terhadap para pengemudi getek.
"Di Palembang ada sekitar 300 getek yang dimiliki anggota Paguyuban Getek Sungai Musi Palembang sebagai alat transportasi sungai. Sebagian besar melayani wisatawan menuju berbagai destinasi, seperti Pulau Kemaro dan objek wisata lainnya," kata Jelani, Jumat (31/7/2026).
Melalui program "Musi Berdaya", SSIA berharap kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dapat menciptakan ekosistem pariwisata Sungai Musi yang lebih menarik, inklusif, dan berdaya saing. Program tersebut juga diharapkan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi pengemudi getek, pelaku UMKM, dan masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Pimpinan BATIQA Hotel Palembang, Kartini Zhang, mengatakan program tersebut dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
"Melalui tema 'Musi Berdaya, Berbagi Warna, Memberdaya Cita', kami ingin menghadirkan kontribusi yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Kami berharap program ini tidak hanya mempercantik kawasan wisata Sungai Musi, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi di era digital sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan," ujar Kartini.
Sementara itu, Vice President Investor Relations & Sustainability PT Surya Semesta Internusa Tbk, Erlin Budiman, mengatakan kegiatan di Palembang merupakan bagian dari rangkaian program CSR HUT ke-55 SSIA yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di Cirebon melalui program pelestarian budaya.
Menurutnya, Sungai Musi memiliki nilai strategis sebagai pusat aktivitas masyarakat Sumatera Selatan sehingga layak mendapatkan dukungan melalui program pemberdayaan yang mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
"Setelah menghadirkan program pelestarian budaya di Cirebon, kali ini kami ingin berkontribusi bagi masyarakat di kawasan Sungai Musi yang menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat Sumatera Selatan," katanya.
Sejalan dengan visi SSIA, Building a Better Indonesia, pihaknya meyakini bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan kawasan industri maupun penciptaan lapangan kerja, tetapi juga melalui upaya memberdayakan masyarakat, memperkuat potensi daerah, dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Irman, mengapresiasi kepedulian dunia usaha terhadap pengembangan pariwisata di Sumatera Selatan.
"Ini merupakan bentuk perhatian dan kontribusi positif bagi pariwisata di Palembang. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat diikuti oleh perusahaan lainnya," katanya.
Menurut Irman, perahu getek bukan sekadar alat transportasi air, melainkan juga ikon Kota Palembang yang harus terus dilestarikan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
"Getek merupakan alternatif transportasi air yang menjadi ciri khas Kota Palembang. Karena itu, keberadaannya harus terus dilestarikan, dibuat semakin aman, nyaman, dan menarik. Kami juga mendorong agar setiap paket wisata melibatkan transportasi getek," ujarnya.
Selain mempercantik perahu getek, SSIA juga menggelar Workshop Literasi Digital yang diikuti sekitar 50 peserta, terdiri atas pengemudi getek, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, teknik fotografi dan videografi menggunakan telepon pintar, pembuatan konten digital, hingga strategi membangun citra usaha melalui platform digital.