TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Seorang calon Bhayangkara taruna berinisial AMM (19) tewas saat menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara, Kamis (30/7/2026).
Sebelum dilarikan ke rumah sakit, calon taruna tersebut ditemukan terluka di lingkungan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, di wilayah Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Korban ditemukan sekitar pukul 19.30 WIB di area luar (outdoor) sekitar Gedung Werving Hoegeng, kompleks Akpol.
Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto membenarkan peristiwa tersebut.
"Memang benar, tadi malam, kurang lebih pukul 19.30, almarhum ditemukan di lingkungan Akpol dalam kondisi luka."
"Kemudian, dibawa ke Rumah Sakit Akpol untuk dilakukan penanganan secara medis."
"Namun, yang bersangkutan tidak bisa tertolong dan kemudian dinyatakan meninggal dunia," kata Kombes Yuliyanto saat ditemui di Mapolda Jateng, Jumat (31/7/2026).
Baca juga: Keprihatinan Marak OTT Kepala Daerah, Warga Gelar Ritual Ruwatan di Pengadilan Tipikor Semarang
Menurut Kombes Yuliyanto, jenazah saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Tengah untuk menjalani proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Atas peristiwa tersebut, Polda Jawa Tengah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
"Kami, mewakili keluarga besar Polri, mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum."
"Mudah-mudahan, almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga diberikan ketabahan," imbuh dia.
AMM merupakan calon taruna berusia 19 tahun yang baru mengikuti pendidikan di Akpol.
Dia berasal dari Makassar dan merupakan peserta pengiriman dari Polda Papua Barat Daya.
Kombes Yuliyanto menjelaskan, saat ini, korban bersama peserta lain tengah menjalani tahapan awal pendidikan sebelum dijadwalkan mengikuti latihan integrasi bersama taruna TNI di Magelang.
"Mereka baru dibuka pendidikannya pekan ini di Akpol."
"Setelah ini, akan bergabung dengan taruna TNI di Magelang untuk mengikuti pendidikan integrasi," jelasnya.
Meski keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah, Polda Jateng memastikan proses penyelidikan tetap dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden yang terjadi.
Baca juga: Viral, Taruna Akpol Semarang Serang Pengasuh. Tak Terima Laptop Disita
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara penyidik juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan-rekan korban yang terakhir mengetahui maupun berinteraksi dengannya sebelum ditemukan terluka.
"Saat ini, petugas kami sedang melakukan penyelidikan dengan menggali keterangan teman-temannya yang menemukan, yang mengetahui sebelumnya, maupun yang sempat berinteraksi dengan korban," lanjut Kombes Yuliyanto.
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan penyebab peristiwa itu.
Untuk keterangan medis terkait penyebab kematian, lanjut dia, juga masih menunggu hasil pemeriksaan dokter.
"Kami belum tahu yang bersangkutan kenapa bisa ditemukan dalam kondisi seperti itu. Pemeriksaan secara mendalam masih dilakukan oleh tim medis, sehingga kami belum bisa menyimpulkan apakah karena terjatuh atau penyebab lainnya," pungkas dia. (*)