Sering Mendengkur saat Tidur? Ini Efeknya bagi Kesehatan
Kanaya Nanda Putri July 31, 2026 07:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Mendengkur memang situasi yang umum terjadi. Namun, sebenarnya ini merupakan kondisi yang bisa merusak kualitas tidur.

Sekitar 25 persen orang dewasa sering mendengkur dan 45 persen mendengkur sesekali, mengutip University Hospitals pada Jumat (31/7/2026). 

Dampak Buruk Gangguan Tidur bagi Kesehatan

Spesialis kedokteran tidur di University Hospitals, Kristin Krise, PA-C, mengatakan bahwa banyak orang berkonsultasi pada medis terkait masalah mendengkur. Mendengkur dan tanda gangguan pernapasan saat tidur lainnya,dan dapat merusak kualitas tidur sendiri maupun pasangan. Berikut dampaknya yang mungkin Anda alami.

  • Rasa kantuk di siang hari dan sulit berkonsentrasi
  • Peningkatan risiko kecelakaan
  • Masalah suasana hati (mood), mudah marah, cemas, hingga depresi
  • Daya ingat terganggu
  • Penurunan motivasi, produktivitas, dan sistem kekebalan tubuh
  • Selain masalah mental dan fokus, kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan kenaikan berat badan, risiko diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi. 

Penyebab Mendengkur dan Tanda Sleep Apnea

Para ahli menyebut bahwa dengkuran kronis dapat menjadi salah satu tanda Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau apnea tidur obstruktif, kondisi di mana tidur terganggu sehingga menyebabkan saluran napas tersumbat berulang kali saat tidur. 

Jika seseorang mengalami dengkuran keras hingga mengganggu tidur, dokter menyarankan untuk memeriksakan guna mengetahui penyebabnya. 

Gejala OSA yang perlu diwaspadai meliputi tersedak, terengah-engah, jeda napas saat tidur, serta sering terbangun atau gelisah sepanjang malam. Adapun faktor risiko mendengkur meliputi:

  • Pembesaran amandel, adenoid, atau lidah, serta struktur mulut, hidung, dan tenggorokan yang sempitKelebihan berat badan atau penumpukan lemak di sekitar leher
  • Penggunaan alkohol dan obat penenang
  • Faktor penuaan yang menurunkan tonus otot saluran napas bagian atas
  • Hidung tersumbat akibat alergi atau iritasi
  • Perubahan hormon dan berat badan selama kehamilan.

Langkah Bantuan bagi Pasangan yang Mendengkur dan Diri Sendiri

Setelah pemeriksaan awal, dokter spesialis kedokteran tidur biasanya menyarankan untuk melakukan studi tidur (sleep study) selama sepanjang malam. Berikut langkah-langkah untuk membantu mengatasi masalah mendengkur:

- Kontrol berat badan 

- Hindari konsumsi alkohol dan obat penenang menjelang waktu tidur

- Jika hidung tersumbat, bantu dengan obat-obatan, bilas sinus, dan plester hidung

- Hindari posisi tidur telentang 

Jika memang disebabkan oleh OSA, dokter spesialis tidur akan membantu menentukan jika diperlukan penanganan tambahan, seperti:

1. Continuous Positive Airway Pressure (CPAP)

Terapi ini merupakan pengobatan awal untuk OSA ringan maupun berat. CPAP bekerja dengan memberikan tekanan udara positif melalui selang hingga saluran napas tetap terbuka selama tidur. 

2. Oral Appliance (Alat Oral)

Alat yang bentuknya menyerupai pelindung gigi ini dirancang untuk mengubah posisi rahang, lidah, dan langit-langit lunak agar saluran napas tidak mudah tersumbat saat tidur. 

Penggunaannya sebaiknya dibuat secara khusus oleh dokter gigi yang memiliki kompetensi di bidang kedokteran tidur. 

3. Tindakan Operasi

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat merekomendasikan tindakan operasi oleh dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), misalnya, prosedur pengangkatan amandel (tonsilektomi). 

4. Stimulasi Saraf Hipoglosus 

Terapi ini umumnya diperuntukkan bagi pasien OSA tertentu yang tidak dapat mentoleransi penggunaan CPAP.

Dilakukan dengan menanamkan perangkat di dada bagian atas melalui prosedur bedah. Alat tersebut bekerja menstimulasi otot saluran napas bagian atas sehingga tetap terbuka selama tidur. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.