Pelajar Sekolah Rakyat di Kulon Progo Diminta Lari 1.600 Meter demi Uji Kebugaran Pekan Depan
Yoseph Hary W July 31, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Ratusan pelajar Sekolah Rakyat (SR) DIY atau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kulon Progo akan memulai kegiatannya pada pekan depan. Jumat (31/07/2026) mereka sudah tiba di SR untuk masuk ke asrama.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kulon Progo, Ernawati Sukeksi mengatakan para pelajar akan menjalani cek kesehatan dan cek kebugaran.

"Cek kesehatan dan cek kebugaran akan dilakukan Senin pekan depan," kata Ernawati ditemui di Gedung Serbaguna SRT I Kulon Progo.

Cek kebugaran: lari 1.600 m

Ia mengungkapkan bahwa salah satu cek kebugaran yang dilakukan adalah meminta para pelajar lari sejauh 1.600 meter. Aktivitas itu akan dilakukan di lapangan sepak bola mini yang ada di Kompleks SRT I Kulon Progo.

Menurut Ernawati, cek kesehatan dan kebugaran akan berlangsung selama 4 hari, bersamaan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Khusus untuk pelajar SR akan disebut sebagai Aksi Masa Pengenalan Lingkungan Asrama dan Sekolah (AMPLAS).

"Mulai Senin besok juga akan ada pendampingan dari para taruna Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk pendidikan karakter," ujarnya.

Ernawati mengatakan pada Sabtu (01/07/2026) dan Minggu (02/07/2026) tetap ada kegiatan untuk para pelajar. Kegiatan difokuskan di asrama sebagai pengenalan.

Pelaksanaannya diampu oleh guru tamu dan tenaga kependidikan yang diperbantukan dari Kulon Progo serta SR Rintisan. Saat ini sudah ada 35 dari 37 guru yang telah disediakan dan dinilai sudah mencukupi untuk mendukung pelaksanaan AMPLAS.

"Selain itu ada Wali Asuh yang berasal dari SR Rintisan dan para pendamping PKH (Program Keluarga Harapan)," jelas Ernawati.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SRT I Kulon Progo, Agus Ristanto mengatakan kegiatan AMPLAS akan dimulai besok hingga 7 Agustus. Ia menilai AMPLAS menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan baru bagi pelajar, terutama dalam hal kedisiplinan dan kemandirian.

Menurutnya, diperlukan waktu sekitar 3 bulan sampai pelajar SR benar-benar terbiasa dengan aktivitas di sana. Perkiraan itu didasarkan pengalaman para pelajar di SR Rintisan yang berada di Bantul dan Sleman.

"Masa adaptasi bisa 3 bulan dengan masa kritis selama sebulan, di mana para pelajar masih butuh proses untuk mengubah perilaku yang biasa dilakukan di luar SR," kata Agus yang pernah mengemban tugas di SR Rintisan Sonosewu, Bantul ini.(alx)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.