SURYA.CO.ID - Sholat Tahajud menjadi salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Selain melaksanakan salat di sepertiga malam, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT.
Salah satu doa yang dapat diamalkan setelah Sholat Tahajud adalah doa yang dibaca Rasulullah SAW. Doa tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, berisi pujian kepada Allah SWT, pengakuan atas kebesaran-Nya, serta permohonan ampun atas segala dosa.
Dalam doa itu, Rasulullah SAW memuji Allah sebagai penguasa langit dan bumi, cahaya seluruh alam semesta, serta menegaskan kebenaran janji Allah, hari kiamat, surga, neraka, dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Kumpulan Hadist Keutamaan Sholat Tahajud: Ibadah Paling Utama di Sepertiga Malam
Berikut bacaan doa tahajud Rasulullah SAW berdasarkan riwayat Imam Bukhari dan Muslim:
اللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ.
Latin: Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fîhinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fîhinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fîhinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa'dukal haqq. Wa liqâ'uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu 'alaihi wasallama haqq. Was sâ'atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa 'alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Faghfirlî mâ qaddamtu wa mâ akhkhartu wa mâ asrartu wa mâ a'lantu wa mâ anta a'lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu. Engkau penegak langit, bumi, dan seluruh makhluk yang ada di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan seluruh makhluk yang ada di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan seluruh makhluk yang ada di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu adalah benar. Pertemuan dengan-Mu adalah benar. Firman-Mu benar. Surga itu benar. Neraka itu benar. Para nabi itu benar. Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, karena-Mu aku berjuang, dan kepada-Mu aku memohon keputusan. Maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan maupun yang aku tampakkan, serta dosa yang lebih Engkau ketahui daripada diriku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang Maha Mengakhirkan. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Dalam terjemahannya, doa tersebut berisi permohonan agar Allah SWT mengampuni dosa yang telah lalu maupun yang akan datang, dosa yang dilakukan secara terang-terangan maupun yang tersembunyi.
Doa ini juga menegaskan bahwa hanya Allah yang menjadi tempat berserah diri, tempat memohon pertolongan, dan tempat kembali.
Tim Layanan Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menjelaskan bahwa doa ini merupakan salah satu amalan yang dapat dibaca setelah menunaikan Sholat Tahajud.
Selain memperbanyak doa, umat Islam juga dianjurkan memanfaatkan waktu sepertiga malam untuk memperbanyak istighfar, zikir, dan memohon segala hajat kepada Allah SWT karena waktu tersebut termasuk saat yang utama untuk bermunajat.