3 Anak Pemulung Asal Bekasi Akhirnya Dapat Perhatian Disdikpora Pangandaran dan BAZNAS
Machmud Mubarok July 31, 2026 11:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Tiga anak Zakaria (38), seorang pemulung asal Bekasi yang mengais rezeki dari tumpukan sampah di Pangandaran demi menghidupi keluarganya, akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, ketiga anak Zakaria dipastikan akan mulai bersekolah pada Senin (3/8/2026). 

Mereka masing-masing anak berusia 10 tahun, 6 tahun, dan 4 tahun.

Pantauan di Tribun Jabar lapangan, Jumat (31/7/2026) siang, perwakilan Disdikpora mendatangi gubuk kontrakan berukuran sekitar 2,5 x 4 meter yang ditempati Zakaria bersama ketiga anaknya. 

Setelah berbincang cukup lama, petugas mengajak ketiga anak itu membeli pakaian dan perlengkapan sekolah di Pasar Pananjung.

Wajah ceria tampak menghiasi ketiga anak itu saat memilih perlengkapan sekolah. Mereka juga diajak ke salon untuk memotong rambut agar siap mengikuti kegiatan belajar.

Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, mengatakan pihaknya sudah melakukan pendataan dan koordinasi terkait pendidikan ketiga anak tersebut.

"Anak yang paling kecil sudah cukup usia untuk masuk PAUD, anak laki-laki bisa masuk kelas 1 SD, sedangkan anak perempuan yang paling besar setelah dicek di Dapodik ternyata sudah terdaftar di sekolah di Bekasi dan saat ini seharusnya duduk di kelas 4 SD," ujar Soleh kepada Tribun Jabar di kantornya, Jumat sore.

Baca juga: Kisah Zakaria Bertahan Hidup sebagai Pemulung di Pangandaran demi Pendidikan Anak

Ketiganya akan mendapatkan layanan pendidikan di SD Negeri 3 Pangandaran. Kini, Disdikpora pun melengkapi seluruh kebutuhan sekolah mereka, mulai dari seragam, sepatu, tas, buku hingga perlengkapan belajar lainnya.

"Kami juga memohon kepada ayahnya agar anak-anak tidak lagi diajak memulung. Mereka harus fokus bersekolah," katanya.

Selain itu, Disdikpora bersama PGRI pun akan membantu uang jajan bagi ketiga anak tersebut selama bersekolah.

"Supaya mereka tidak lagi berpikir mencari uang untuk jajan dari pekerjaan memulung. Alhamdulillah PGRI terus mendukung upaya ini," ucap Soleh.

Tak hanya Disdikpora, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pangandaran juga turun tangan memberikan bantuan kepada keluarga Zakaria.

Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Pangandaran, Asep Aripin, mengatakan bantuan awal diberikan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga tersebut.

"Sebagai langkah awal kami membantu biaya hidup untuk bekal Pak Zakaria dan ketiga anaknya. Ke depan kami bersama dinas terkait akan mencari solusi agar kehidupan keluarga ini bisa lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Zakaria mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah dan BAZNAS kepada keluarganya.

"Terima kasih banyak kepada bapak dan ibu yang sudah datang membantu kami. Untuk sekarang saya tetap melanjutkan pekerjaan ini sambil mencari pekerjaan lain," ucap Zakaria.

Sebelumnya, kisah Zakaria menjadi perhatian setelah diketahui setiap hari memulung sampah dengan penghasilan hanya sekitar R p20 ribu hingga Rp 30 ribu per hari. 

Dalam bekerja, ia kerap ditemani anak laki-lakinya yang berusia enam tahun, sementara ketiga anaknya belum mengenyam pendidikan dan biasa menunggu di kontrakan kecilnya. *

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.