WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jarum jam menunjukkan pukul 16.30 WIB saat pintu ruang kerja Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murtadho perlahan terbuka, Jumat (31/7/2026).
Ali Murtadho keluar melangkah dari ruangan.
Langkah sore itu bukan hanya waktu jam pulang kantor, tetapi juga mengakhiri hampir lima tahun perjalanan pengabdiannya di Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel).
Di sampingnya berjalan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo, Sekretaris Kota Mukhlisin, serta para asisten.
Tanpa prosesi seremonial, Ali Murtadho bersama istri berjalan menuju mesin absensi sidik jari yang berada di depan ruangan kerja wali kota.
Ali kemudian menempelkan jarinya pada alat finger scan.
Baca juga: Nikita Mirzani Mengaku Diintimidasi usai Singgung Kasus Febrie, Begini Penjelasan Kanwil Kemenkumham
Absensi ini sebagai hari terakhir Ali Murtadho menjadi Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Dari lantai dua, langkahnya berlanjut menuju lobi utama.
Puluhan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai telah berdiri berbaris menunggu.
Tak ada karangan bunga ataupun panggung perpisahan.
Yang menyambutnya adalah deretan tangan yang siap dijabat dan wajah-wajah yang selama ini menjadi teman seperjuangan.
Ali menghampiri mereka satu per satu.
Ia menggenggam tangan para pegawai lebih lama dari biasanya.
Beberapa di antaranya dipeluk erat, seolah enggan mengakhiri kebersamaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Senyum tetap mengembang di wajahnya, meski sorot matanya menyiratkan rasa haru.
Suasana emosional itu tiba-tiba berubah ketika sebuah letupan memecah keheningan.
Dari belakang barisan, Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menyalakan petasan tangan yang diterimanya dari salah seorang pegawai.
Bunyi letupan yang terdengar mendadak membuat Ali Murtadho refleks menggerakkan tubuhnya karena terkejut.
Reaksi spontan tersebut langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan para ASN yang memenuhi lobi.
Syafrin pun tampak tersenyum lebar, ikut tertawa melihat ekspresi wakilnya.
Seketika, suasana haru berubah menjadi penuh kehangatan.
Kejutan sederhana itu menjadi penutup hari terakhir Ali Murtadho di Jakarta Selatan.
Di hadapan seluruh jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali kemudian menyampaikan pesan perpisahannya.
Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa syukur karena diberi kesempatan mengabdi selama empat tahun delapan bulan.
"Hari ini adalah hari terakhir saya melaksanakan tugas di Jakarta Selatan. Selama 4 tahun 8 bulan, alhamdulillah, saya bisa melaksanakan tugas atas dukungan, bantuan, dan sokongan dari Bapak dan Ibu sekalian. Besok, insyaallah, saya akan melaksanakan pengabdian baru di Jakarta Barat," ujar Aldo, sapaan akrabnya.
Ia mengakui, perjalanan sebagai Sekretaris Kota hingga Wakil Wali Kota Jakarta Selatan tidak mungkin dilalui tanpa dukungan seluruh jajaran Pemkot Jakarta Selatan.
"Sungguh, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan yang telah memberikan dukungan terbaik kepada saya dalam melaksanakan tugas-tugas, baik itu sebagai Sekretaris Kota maupun sebagai Wakil Wali Kota," katanya.
Di penghujung sambutannya, Ali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pegawai dan para ASN yang hadir.
Menurutnya, selama menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat, ia menyadari masih banyak kekurangan dan kekhilafan.
"Tentunya, dalam perjalanan ini, sebagai manusia biasa saya memiliki banyak kesalahan dan kekhilafan. Oleh karena itu, momen ini saya gunakan untuk mengajukan permohonan maaf dari hati saya yang paling dalam kepada Bapak dan Ibu semua," tuturnya.
Ali pun memohon doa agar dirinya bersama istri dan keluarga selalu diberikan kesehatan sehingga dapat mengemban amanah baru sebagai Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Barat.
"Terakhir, saya mohon didoakan agar saya beserta istri dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, sehingga dapat melaksanakan amanah baru di Jakarta Barat," pungkasnya.