Mal Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Apindo Buka Suara soal Fenomena Ini
Acos Abdul Qodir July 31, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Sejumlah pusat perbelanjaan menjadi sorotan setelah pagar tinggi di area mal ramai dibicarakan publik di media sosial. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan mengenai alasan pemasangan pagar di sejumlah pusat belanja.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan pihaknya belum mengetahui alasan spesifik pemasangan pagar di setiap mal.

Shinta menyebut Apindo belum berkomunikasi langsung dengan pemilik mal terkait alasan pemasangan pagar dan belum menerima laporan mengenai persoalan tertentu yang melatarbelakanginya.

“Saya terus terang belum bicara sama pemilik,” kata Shinta usai bertemu Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran pengusaha Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Apindo: Keputusan Masing-masing Pengusaha

APINDO - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (31/7/2026).
APINDO - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (31/7/2026). (Tribunnews.com/Taufik Ismail)

Menurut Shinta, pemasangan pagar merupakan keputusan masing-masing pengusaha atau pengelola tempat usaha.

Ia mengatakan setiap pelaku usaha memiliki pertimbangan tersendiri dalam mengatur area bisnisnya, termasuk terkait aspek keamanan.

“Itu kan hak mereka masing-masing gitu ya. Jadi kita nggak terlalu memperhatikan secara detail gitu loh ada yang pasang pagar, ada yang pasang apa gitu, kita nggak terlalu memperhatikan,” ujar Shinta.

Baca juga:  Fenomena Pagar Mal Ditinggikan, Polisi Analisa Intelijen hingga Pantau Ajakan Aksi

Meski belum mengetahui alasan rinci dari masing-masing pengelola mal, Shinta mengatakan akan mencoba menanyakan hal tersebut kepada pihak terkait.

Menurut dia, salah satu kemungkinan alasan pemasangan pagar adalah faktor keamanan. Namun, ia menegaskan hal itu tidak berarti berkaitan dengan kondisi tertentu yang sedang terjadi.

“Jadi mungkin ada alasan-alasan lebih alasan keamanan aja gitu supaya lebih apa ya, nggak ada... bukannya hanya karena kebetulan saat ini gitu loh, tapi ya mungkin memang supaya mereka bisa menjaga aja dari situasi keamanan,” katanya.

Shinta juga mengatakan tidak ada kekhawatiran bahwa seluruh mal harus memasang pagar karena kondisi keamanan tertentu.

“Tapi kita nggak, kita sih nggak ada kekhawatiran bahwa semua harus memagari atau dari situasi itu, nggak sih,” tuturnya.

Sejumlah Mal Pakuwon Jadi Sorotan

Pemasangan pagar tinggi menjadi perhatian setelah sejumlah pusat perbelanjaan di kota besar terlihat memiliki pembatas di area sekitar gedung.

Beberapa mal yang disebut telah menerapkan pemasangan pagar antara lain Pakuwon Mall Surabaya, Royal Plaza, Tunjungan Plaza, dan Pakuwon City Mall.

Mal-mal tersebut berada di bawah pengelolaan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Sementara itu, Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, juga menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang ramai diperbincangkan publik.

Pengelola Mal Jelaskan Alasan Pemasangan Pagar

Direktur Marketing Pakuwon Group sekaligus Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi, menjelaskan pemasangan pagar dilakukan bukan karena adanya situasi khusus.

Menurut Sutandi, sejumlah pusat perbelanjaan yang dikelola Pakuwon sebenarnya sudah memiliki pagar sejak lama.

Ia menjelaskan, salah satu pertimbangannya adalah karakter area mal yang terbuka dan berbatasan langsung dengan jalan raya.

“Sebenarnya gini, awalnya kita berpikir itu (mal dipagari) karena apa? Itu kan Pakuwon Mall itu terbukanya kan lebar sekali. Satu setengah kilometer itu buka,” ujar Sutandi dalam video yang diunggah melalui akun Instagram miliknya, Jumat (31/7/2026).

Menurut Sutandi, kondisi tersebut membuat pengelola mempertimbangkan faktor keamanan pengunjung, termasuk risiko yang berasal dari aktivitas kendaraan di sekitar area mal.

Ia juga membantah anggapan bahwa pemasangan pagar dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap kondisi tertentu.

“Ekonomi baik-baik saja. Baik-baik saja. Kita mau takut apa? Kita memang hidup di Indonesia,” kata Sutandi.

Mendag Pastikan Tidak Ada Isu Khusus

Menteri Perdagangan Budi Santoso turut memberikan tanggapan terkait fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan.

Menurut Budi, tidak ada persoalan khusus di balik pemasangan pagar tersebut.

“Enggak ada... Enggak ada isu terkait ya apa pun nggak ada. Aman-aman saja nggak ada masalah,” ucap Budi.

Hingga kini, pengelola mal menyebut pemasangan pagar berkaitan dengan pengaturan area dan keamanan pengunjung, bukan karena adanya kondisi khusus tertentu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.