TRIBUN - VIDEO — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI berupaya memperbaiki kualitas daftar pemilih tetap (DPT) agar tidak lagi menjadi persoalan yang muncul setiap menjelang pemungutan suara.
Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, mengatakan DPT selama ini kerap dipelesetkan sebagai “Daftar Permasalahan Tetap” karena selalu menjadi sorotan ketika tahapan pemilu memasuki masa akhir.
“DPT itu sering kali di-plesetkan sebagai Daftar Permasalahan Tetap, yang semua orang seolah sangsi kalau pemilu kita akan clear datanya,” ujar Lolly saat penandatanganan kerja sama antara Bawaslu dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menurut Lolly, persoalan data pemilih seharusnya menjadi perhatian sejak proses pemutakhiran data berlangsung, bukan baru diperdebatkan ketika pemungutan suara semakin dekat.
Ia menilai masyarakat, partai politik, maupun pemangku kepentingan lainnya masih cenderung kurang aktif mengawasi proses pemutakhiran data pemilih.
Melalui kerja sama dengan Dukcapil, Bawaslu ingin memperkuat upaya pencegahan dengan meningkatkan akurasi data pemilih.
Kerja sama tersebut memungkinkan Bawaslu mengakses layanan digital Dukcapil untuk membantu proses verifikasi data kependudukan.
“Dengan kerja sama yang dilakukan semacam ini, lalu timnya tadi kita akan coba bentuk yang itu timnya juga sinkron, chemistry-nya dapat, komunikasinya cair, mudah-mudahan yang akan datang daftar pemilih di kita itu clear, akurat," pungkasnya.
Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!