Perang Iran Makin Rumit, CSIS Sebut Militer AS Terancam Kehabisan Rudal Canggih Patriot dan THAAD
Nathanael MoerRahardian July 31, 2026 11:42 PM

Dilaporkan perang antara Iran dan Amerika Serikat disebut memasuki fase yang semakin kompleks. 

Tekanan muncul karena dua persoalan utama yang harus dihadapi Washington secara bersamaan.

Tantangan pertama adalah berkurangnya stok amunisi penting milik Amerika Serikat akibat serangan rudal dan drone yang terus berlangsung.

Dikutip dari Newsweek pada Jumat (31/7), data itu diungkap analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS). 

Analisis itu mengungkap Amerika Serikat diperkirakan telah menggunakan sekitar sepertiga hingga setengah cadangan tujuh jenis amunisi utamanya. 

Termasuk rudal pencegat Patriot dan THAAD.

Tantangan kedua, konflik di Timur Tengah terus meluas dan melibatkan banyak wilayah. 

Kondisi itu justru meningkatkan tantangan bagi militer Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas kawasan.

Bahkan, situasi tersebut dinilai membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump berada dalam posisi yang tidak mudah.

Di satu sisi, Amerika Serikat harus tetap menjaga kemampuan militernya. 

Namun di sisi lain, Washington juga harus bersiap menghadapi kemungkinan munculnya konflik baru sebelum persediaan amunisi kembali pulih.

"Amerika Serikat telah menghabiskan sistem rudal Patriot, pencegat rudal THAAD, dan rudal serang jarak jauh dengan kecepatan yang luar biasa," kata Kelly Grieco. 

"Pesawat pencegat adalah penghalang antara rudal Iran dan pasukan Amerika di pangkalan-pangkalan di seluruh Teluk," kata Grieco. 

"Ini adalah risiko langsung, dan akan semakin buruk jika ini terus berlanjut," sambungnya. 

CSIS menyimpulkan bahwa risiko strategis yang lebih besar bukanlah mempertahankan konflik saat ini. 

Namun, menanggapi kontingensi intensitas tinggi lainnya sebelum persediaan Patriot dan THAAD dapat dibangun kembali. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.