TRIBUNWOW.COM, MAKASSAR – Haji Muhammad Albir (56) meninggal dunia setelah tiba-tiba kehilangan kesadaran saat mengajukan pertanyaan dalam forum sosialisasi pemilahan sampah di Aula Posyandu Kelurahan Sudiang, Kota Makassar, Rabu (29/7/2026) malam.
Warga RT 003 RW 009 Kelurahan Sudiang itu mendadak tak sadarkan diri ketika berbicara di hadapan peserta forum.
Peristiwa tersebut terekam dalam video berdurasi 57 detik yang kemudian viral di media sosial.
Dalam video, Albir tampak berdiri dan menyampaikan pertanyaan terkait rencana perubahan tata kelola persampahan di Kota Makassar.
"Bagaimana pemerintah setempat mencerna apa yang disampaikan ibu tadi secara meluas, nanti ada pengelolaan sampah secara meluas, secara besar," ujarnya.
"Ya seperti ini, mungkin bagaimana pemerintah setempat bisa memikirkan bagaimana bisa dikelola secara maksimal."
"Mohon maaf, di Tirasa ini, sudah bagaimana itu," ucapnya sebelum duduk karena merasa kondisi tubuhnya tidak nyaman.
Saat duduk, Albir mengaku merasa pusing.
"Anu, pusingi," katanya kepada peserta yang hadir.
Awalnya, sebagian peserta mengira ucapan tersebut hanya candaan. Namun tak lama kemudian, Albir mulai kehilangan kesadaran.
Peserta yang berada di lokasi segera menahan tubuh Albir agar tidak terjatuh dari kursi.
Ketua RT 001 RW 009, Muhammad Thamrin, yang bertugas sebagai moderator, menjadi orang pertama yang menghampirinya.
"Saat duduk itu saya sudah lihat ada yang tidak biasa, saya langsung menghampiri," ujarnya.
Baca juga: Detik-detik Pengunjung Rumah Hantu Tulungagung Meninggal seusai Selesaikan Permainan
Albir kemudian dibaringkan di lantai untuk mendapatkan pertolongan pertama dari warga.
Sejumlah warga berupaya memberikan pertolongan sesuai kemampuan mereka sambil mencari kendaraan untuk membawa Albir ke rumah sakit.
"Kami melakukan berbagai tindakan berdasarkan pengetahuan yang kami miliki," kata Thamrin.
Sekitar lima menit kemudian, sebuah mobil milik warga digunakan untuk membawa Albir ke RS Pertamina di Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya.
"Sekitar lima menit kami mendapat mobil dan langsung membawanya ke rumah sakit," ujarnya.
Ketua RT 003 RW 009, Tauhid, mengatakan upaya pertolongan terus dilakukan selama perjalanan menuju rumah sakit.
Di dalam mobil turut mendampingi istri dan dua anak Albir yang datang ke lokasi setelah mendapat kabar.
"Ada juga anak beliau yang bekerja di bidang medis, dia terus memberikan pertolongan selama di perjalanan," kata Tauhid.
Setibanya di RS Pertamina, Albir langsung mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Namun, setelah sekitar 25 menit menjalani penanganan medis, Albir dinyatakan meninggal dunia.
"Sekitar 25 menit dirawat dan dinyatakan telah meninggal dunia," ujar Tauhid.
Almarhum diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Karantina pada Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di BTN Sudiang Tirasa Blok B6 Nomor 21 sebelum dimakamkan di kampung halamannya di Sege-Segeri, Desa Minasa Baji, Kabupaten Maros, Kamis (30/7/2026).
Sosialisasi Pemilahan Sampah
Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan inisiatif pengurus RT/RW 009 Kelurahan Sudiang untuk mengedukasi warga mengenai pemilahan sampah serta pengelolaan sampah di lingkungan.
"Sosialisasi pemilahan sampah ini merupakan pelaksanaan program Pemerintah Kota terkait larangan membuang sampah secara tercampur," kata Muhammad Thamrin.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi enam ketua RT di RW 009.
Baca juga: Jejak HP Satpam Sumarna Jadi Petunjuk, Polisi Susun Kronologi sebelum Korban Meninggal
"Awalnya ada satu RT yang ingin mengadakan sosialisasi, lalu kami sepakat menggabungkannya agar diikuti seluruh warga," ujarnya.
Sosialisasi digelar pada malam hari agar lebih banyak warga dapat hadir.
Dalam kegiatan tersebut, pengurus menghadirkan Penyuluh Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Kasdia Nawir.
Materi yang disampaikan meliputi cara memilah sampah serta pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Setelah sesi pemaparan materi selesai, panitia membuka sesi tanya jawab sekitar pukul 21.00 Wita.
Albir menjadi peserta pertama yang mengajukan pertanyaan sebelum akhirnya mengalami insiden tersebut.
"Beliau penanya pertama. Tidak lama setelah berbicara, kejadian itu terjadi," kata Thamrin.
Thamrin mengenang Albir sebagai tokoh masyarakat yang aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
"Beliau selalu menyempatkan hadir dalam setiap kegiatan lingkungan selama tidak sedang bertugas. Kami sangat kehilangan sosok beliau," ujarnya. (*)