TRIBUNEWS.COM, JAKARTA – Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi meminta publik tidak membesarkan narasi yang mengaitkan pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dengan ancaman keamanan sebelum informasi tersebut terverifikasi.
Ia mengimbau masyarakat dan media mengedepankan pengecekan fakta terhadap informasi yang beredar.
Hasan meminta jurnalis memverifikasi langsung narasi yang berkembang di lapangan, termasuk yang ramai beredar di media sosial terkait pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal.
Menurut dia, publik perlu memastikan apakah informasi yang beredar benar-benar didukung fakta atau hanya fearmongering, yakni penyebaran narasi yang memicu ketakutan tanpa bukti yang telah terverifikasi.
Baca juga: James Riady: Lippo Tak Akan Pasang Pagar Tinggi di Mal, Ini Alasannya
Hasan menilai kondisi nasional tetap baik dan tidak ada alasan bagi masyarakat untuk larut dalam spekulasi yang belum terbukti.
Ia mencontohkan dialog Presiden Prabowo dengan lebih dari 100 pengurus Kadin yang berlangsung terbuka dan menghasilkan berbagai masukan bagi pemerintah.
"Saya rasa kita harus optimis. Keadaan negara kita baik. Barusan juga diskusi dengan 100-an lebih pengurus Kadin dan komunikasi dua arah. Masukan-masukan mereka sangat konstruktif diterima dengan baik oleh Presiden. Dan enggak ada alasan buat kita enggak maju kan?" ujarnya.
Pernyataan Hasan muncul setelah pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan menjadi perbincangan di media sosial.
Fenomena tersebut mencuat setelah Pakuwon Mall, Royal Plaza, Tunjungan Plaza, dan Pakuwon City Mall di Surabaya, Jawa Timur, serta Mal Kota Kasablanka (Kokas) dan Blok M Plaza di Jakarta Selatan memasang pagar di area sekitar pusat perbelanjaan.
Langkah itu memunculkan beragam spekulasi mengenai alasan di balik pemasangannya.
Direktur Marketing Pakuwon Group sekaligus Direktur PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), Sutandi Purnomosidi, mengatakan pagar dipasang untuk pengaturan area dan keselamatan pengunjung, bukan karena adanya kondisi khusus.
"Sebenarnya gini, awalnya kita berpikir itu (mal dipagari) karena apa? Itu kan Pakuwon Mall itu terbukanya kan lebar sekali. Satu setengah kilometer itu buka," ujarnya.
Menurut Sutandi, beberapa mal berbatasan langsung dengan jalan raya sehingga pagar diperlukan untuk membantu mengatur akses dan mengurangi risiko pengunjung menyeberang sembarangan.
Ia juga membantah anggapan bahwa pemasangan pagar dilakukan untuk mengantisipasi situasi keamanan tertentu.
"Pakuwon bukan peramal, kita tidak tahu apa yang akan terjadi," katanya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan tidak ada persoalan khusus di balik pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan.
"Enggak ada isu terkait apa pun. Aman-aman saja, enggak ada masalah," ujarnya.
Senada, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengatakan situasi keamanan di wilayah Jakarta masih terkendali. Polda Metro Jaya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan situasi.
Hingga kini, penjelasan dari pemerintah, pengelola pusat perbelanjaan, dan kepolisian belum menunjukkan adanya fakta yang mengaitkan pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal dengan ancaman keamanan tertentu.
Di tengah beredarnya berbagai spekulasi, Hasan Nasbi mengingatkan agar masyarakat mengedepankan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terkonfirmasi.