BOLASPORT.COM - Newcastle United dan Eddie Howe secara resmi mengumumkan perpisahan mereka pada Jumat (31/7/2026).
Pelatih asal Inggris tersebut mengundurkan diri dari jabatan yang diembannya sejak sejak 2021.
Eddie Howe berpisah dengan warisan trofi Piala Liga Inggris 2024-2025 bagi Newcastle United.
Titel itu penting karena menjadi gelar juara bergengsi pertama yang diraih The Magpies dalam 70 tahun!
Kepergiannya sudah disepakati sejak Kamis (30/7/2026), tapi baru sehari kemudian dikonfirmasi kedua belah pihak.
"Newcastle United mengumumkan bahwa Eddie Howe telah memberitahukan keputusannya untuk mengundurkan diri dari jabatan pelatih kepala kepada klub."
"Klub telah menerima keputusan Eddie dan ingin mengucapkan terima kasih atas kontribusinya yang luar biasa."
"Selain itu, yang juga meninggalkan klub adalah para asisten pelatih Jason Tindall, Graeme Jones, Stephen Purches dan Simon Weatherstone, serta kepala bidang performa Dan Hodges," tulis pernyataan di laman resmi klub.
Howe sendiri mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan petinggi The Magpies sejak merekrutnya dari Bournemouth lima tahun silam.
Di bawah kendali kepemilikan konsorsium asal Arab Saudi, Public Investment Fund, Newcastle memberikan apa yang dibutuhkan Howe.
"Setelah melalui masa refleksi pribadi, saya telah memutuskan bahwa kini adalah waktu yang tepat untuk mundur dari jabatan sebagai pelatih kepala Newcastle United."
"Setelah hampir lima tahun mengabdikan hidup, hati dan jiwa saya sepenuhnya kepada klub dengan energi yang tak kenal lelah, saya merasa bahwa mundur sejenak, memulihkan tenaga, dan beristirahat adalah yang terbaik bagi diri saya maupun klub."
"Meskipun sangat sulit untuk mengambil keputusan ini, saya tahu dalam hati bahwa ini adalah keputusan yang tepat."
"Saya selalu mengutamakan kepentingan terbaik Newcastle di atas kepentingan pribadi dalam setiap keputusan yang saya ambil selama berada di sini, dan keputusan ini pun tidak berbeda."
"Menjadi manajer Newcastle United adalah kehormatan seumur hidup bagi saya."
"Sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata betapa berarti klub ini, kota ini, dan para pendukungnya bagi saya dan keluarga saya, dan akan selalu berarti bagi kami. Newcastle langsung terasa seperti rumah dan orang-orang di sini menyambut kami dengan tangan terbuka."
"Kami sangat bangga mewakili klub ini sejak hari pertama, dan kota ini akan selalu menempati tempat yang sangat istimewa di hati kami," ucapnya, dikutip BolaSport.com dari sumber yang sama.
Pria 48 tahun yang juga mantan bek tengah andalan Bournemouth mengenang momen tak terlupakan mulai dari upayanya menghindari degradasi sampai membawa Newcastle kembali mentas di Liga Champions setelah sekian lama absen.
Sayangnya, musim lalu The Magpies hanya dibawanya finis di peringkat 12 klasemen Liga Inggris.
Howe yakin The Magpies akan mempertahankan misi kembali ke jajaran elite setelah dia tinggalkan.
"Saya tetap sangat optimistis dan antusias mengenai masa depan Newcastle. Klub ini berada di tangan yang tepat dengan tim kepemimpinan yang hebat, dan saya tidak ragu bahwa bersama siapa pun yang akan menggantikan saya, mereka akan terus meraih kesuksesan di lapangan."
"Meskipun perjalanan saya sebagai manajer kini telah berakhir, rasa ikatan dan cinta yang akan selalu saya miliki untuk Newcastle United tidak akan pernah pudar."
"Terima kasih atas segalanya. Saya mendoakan kesuksesan bagi klub ini di masa depan," tutupnya.
Selepas kepergian Eddie Howe, media-media Inggris mewartakan posisinya di balik kemudi Toon Army bakal digantikan Matthias Jaissle.
Pria asal Jerman itu merupakan salah satu pelatih muda prominen yang masuk radar klub-klub elite Eropa.
Baru berusia 38 tahun, sedekade lebih muda dari Howe, Jaissle sudah melalui penempaan berhias prestasi di Arab Saudi bersama Al Ahli.
Rekam jejaknya tak main-main karena berhasil membawa klub tersebut menjadi raja Asia dua periode beruntun.
Al Ahli memenangi Liga Champions Elite Asia 2024-2025 dan 2025-2026, selain trofi lokal Piala Super Saudi 2025.
Eks pelatih Salzburg tersebut diklaim sudah seratus persen menyepakati kontrak personal dengan The Magpies.
Ia bersedia meneken surat kerja sama yang mengikatnya hingga dua tahun ke depan. Prosesnya mungkin bakal dilakukan 24 jam berikutnya.
Sebelum berjaya di Asia, Jaissle memberikan dua gelar Bundesliga Austria bagi Salzburg di usia yang masih sangat muda untuk ukuran pelatih.
Newcastle United harus mengeluarkan sejumlah uang untuk menebus klausul rilis yang masih mengikatnya dengan Al Ahli.