Segini Banyaknya Titik Panas Kalimantan Barat Sampai Disebut Terbanyak di Indonesia
Faiz Iqbal Maulid August 01, 2026 04:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menungkap jumlah titik api (hotspot) di Indonesia mencapai 5.019 titik.

Dari data itu, Kalimantan Barat menjadi Provinsi penyumbang titik api terbanyak.

Dilansir dari laman resmi BMKG, Kalimantan Barat mencatat sebanyak 1.083 titik per 31 Juli 2026.

Setelah itu disusul Papua Selatan dengan 635 titik dan Riau 614 titik.

BMKG memprediksi kondisi tersebut akan terus meningkat menimbang kondisi cuaca yang terbilang kering, atau minim hujan.

Potensi kebakaran hutan dan lahan juga puncaknya akan terjadi pada bulan September mendatang.

Tampak pada tabel, wilayah Kalimantan Barat didominasi warna merah, yang diartikan memiliki risiko tinggi meluas.

• Karhutla Kubu Raya Meluas, Polisi Segel 4 Lahan dan Dalami Dugaan Pembakaran

BPBD Kalbar Usulkan Hujan Buatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) resmi mengajukan protokol hujan buatan ke pemerintah pusat imbas kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kota Pontianak dan sekitarnya sejak Jumat 24 Juli 2026 lalu.

Berdasarkan data terakhir yang dikeluarkan oleh BMKG Kalbar per Sabtu 25 Juli, ada total 1.317 titik panas yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota.

Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel saat dikonfirmasi menyebut segala upaya terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak karhutla yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.

Mulai dari mengerahkan personel darat, hingga personel udara dengan melakukan waterbombing di titik lokasi yang sulit dijangkau.

Namun demikian, titik panas yang terus bertambah meningkatkan risiko bertambahnya titik api.

"Sudah usulkan, tinggal bagaimana hasilnya masih menunggu," kata Daniel kepada tribunpontianak.co.id, Minggu 26 Juli 2026.

Sembari menunggu upaya tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota untuk melakukan upaya pemadaman api akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi.

• BPBD Sebut Karhutla di Kubu Raya Masih Masif Hingga Harus Libatkan Helikopter

Gubernur Kalbar Ajukan Modifikasi Cuaca

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan salah satu langkah yang telah ditempuh adalah mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar segera mengirimkan pesawat untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca. 

Upaya tersebut diharapkan dapat memicu hujan di wilayah yang terdampak sehingga membantu proses pemadaman kebakaran.

"Kita sudah meminta kepada BNPB segera mengirimkan pesawat untuk melakukan modifikasi cuaca," ujar Ria Norsan saat dihubungi, Rabu 29 Juli 2026.

Menurutnya, modifikasi cuaca menjadi salah satu alternatif yang dinilai efektif apabila kondisi atmosfer memungkinkan. 

 (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.