Kecelakaan Maut di Wonosobo, Tukang Ojek Kayu Terjun ke Tebing, Tertimpa Motor dan Muatan
muslimah August 01, 2026 11:55 AM

Kecelakaan Maut di Wonosobo, Tukang Ojek Kayu Terjun ke Tebing, Tertimpa Muatan dan Motor

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Kecelakaan tunggal terjadi di Dusun Gentan, Desa Bener, Kecamatan Kepil, Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng) Jumat (31/7/2026).

Akibatnya, seorang buruh ojek kayu di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya bersama muatan kayu mahoni hilang keseimbangan dan terjun ke tebing sedalam sekitar tiga meter di ladang blok Sibot.

Kondisi korban sangat mengenaskan, tertimpa muatan kayu serta sepeda motor miliknya.

Baca juga: Kronologi dan Penyebab Kecelakaan Maut di Ajibarang Banyumas, Pemilik Kios Dengar Suara Sangat Keras

 

Korban diketahui berinisial DS (30), warga Dusun Pawulon, Desa Gondowulan, Kecamatan Kepil.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung dilaporkan warga ke Polsek Kepil pada pukul 14.00 WIB.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Kepil bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal, olah tempat kejadian perkara (TKP), pendataan saksi, serta membantu proses evakuasi korban bersama petugas medis Puskesmas Kepil 1, relawan, dan warga setempat.

Kapolsek Kepil Iptu Joko Siswanto membenarkan kejadian tersebut.

Menurut dia, korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja saat mengangkut kayu menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi.

“Petugas Polsek Kepil bersama tim medis telah melakukan tindakan cepat di lokasi kejadian. Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah kecelakaan kerja dan menolak untuk dilakukan otopsi. Jenazah sudah kami serahkan secara resmi kepada pihak keluarga disaksikan perangkat desa untuk dimakamkan,” ujar Joko saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).

Muatan Kayu Menyenggol Batu di Jalan Setapak

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan bermula ketika DS mengangkut potongan kayu mahoni dari area ladang menggunakan sepeda motor modifikasi yang biasa dipakai untuk mengangkut kayu.

Saat melintasi jalan setapak dengan lebar sekitar satu meter, salah satu bagian muatan kayu diduga menyenggol batu yang menjorok ke badan jalan.

Benturan itu membuat kendaraan kehilangan keseimbangan.

"Korban tidak mampu mengendalikan sepeda motor sehingga kendaraan beserta muatan kayunya terperosok ke tebing saluran irigasi dengan kedalaman sekitar tiga meter," katanya.

Warga yang berada tidak jauh dari lokasi mendengar suara benturan keras dan segera mendatangi sumber suara.

Mereka menemukan korban dalam kondisi mengenaskan akibat terjun dan tertimpa muatan kayu serta kendaraan miliknya.

Korban Mengalami Pendarahan

Petugas medis dari Puskesmas Kepil 1 yang datang bersama anggota kepolisian langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

Pemeriksaan dilakukan dengan disaksikan pihak keluarga dan perangkat desa setempat.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami pendarahan pada bagian telinga sebelah dalam dan mulut.

Petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban sehingga kejadian tersebut dipastikan sebagai kecelakaan kerja.

"Jenazah kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke rumah duka sebelum diserahkan secara resmi kepada keluarga untuk dimakamkan," katanya.

Lokasi kejadian diketahui berada di area perladangan dengan akses jalan sempit dan berbatasan langsung dengan saluran irigasi bertanggul tebing.

Kondisi medan yang curam dan tidak rata diduga menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko kecelakaan saat mengangkut muatan berat menggunakan kendaraan roda dua.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja lapangan dan buruh angkut barang atau kayu, untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja.

Petugas meminta warga memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak pakai, memperhitungkan kapasitas muatan agar tidak melebihi batas aman, serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur sempit, curam, maupun licin.

"Kami mengimbau masyarakat agar segera menghubungi kantor polisi atau layanan darurat terdekat apabila terjadi kecelakaan atau situasi yang membahayakan keselamatan jiwa guna mempercepat penanganan dan evakuasi korban," ujar Joko. (Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.