Klaim Skill di Atas Rata-Rata, SMK BK Solo Tantang Kontestan Lain di TPAAF Solo Series
Hanang Yuwono August 01, 2026 03:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kapten Tim Futsal SMK Bhinneka Karya Surakarta (SMK BK Surakarta), Adrian Prasetya Mukti, mengklaim skuad yang dipimpinnya memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Ia pun menantang kontestan lain yang akan berlaga dalam ajang Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) Solo Series yang digelar pada 11–18 Agustus 2026 mendatang di GOR UTP Surakarta.

“Ada salah satu pemain dari kami yang akan berbahaya alasannya karena memiliki skill yang luar biasa dan di atas rata-rata teman-temannya,” ungkapnya saat ditemui Sabtu (1/8/2026).

Baca juga: SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo Siap Berlaga di Liga Futsal, Wujudkan Pprestasi Akademik-Nonakademik

Menurut Adrian, seluruh pemain telah menyelesaikan berbagai persiapan untuk menghadapi kompetisi tersebut.

Ia optimistis timnya mampu meraih prestasi sekaligus mengharumkan nama sekolah.

“Kami sudah sangat siap bertanding persiapan yang kami lakukan mulai dari persiapan latihan dan menjaga mental bertanding. 100 persen karena kami sudah sangat siap buat bertanding baik,” terangnya.

Ia berharap kerja keras dan latihan yang telah dilakukan dapat memberikan hasil terbaik bagi tim.

Baca juga: SMKN 3 Surakarta Optimistis Bersinar di TPAAF Solo Series! Tim Putra-Putri Punya Mental Juara

“Yang kami ingin buktikan adalah bahwa kerja keras kami tidak akan sia-sia dan akan menggunakan hasil yang terbaik buat semua,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMK BK Surakarta, Muhammad Ngirfani, mengungkapkan keikutsertaan dalam ajang TPAAF tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi.

Menurutnya, kompetisi tersebut juga menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan, membangun mental bertanding, serta menjunjung sportivitas.

“Menurut saya, turnamen futsal seperti TPAAF sangat positif karena menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding. Mereka juga bisa belajar tentang kerja sama, disiplin, sportivitas, dan bagaimana menghadapi berbagai karakter lawan. Jadi, kompetisi seperti ini bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga tentang proses dan pengalaman,” tuturnya.

Baca juga: Waka Kesiswaan SMAN 3 Surakarta: Anak-anak Punya Jiwa Ksatria, Siap Tampil Maksimal di TPAAF

Ia pun berpesan kepada para siswa yang akan bertanding agar tetap percaya diri dan pantang menyerah saat menghadapi tekanan dari lawan.

“Bertandinglah dengan penuh semangat, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan tetap junjung tinggi sportivitas. Berikan penampilan terbaik, nikmati setiap prosesnya, dan jadikan kompetisi ini sebagai pengalaman yang berharga untuk terus berkembang,” ungkapnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.