Catat, Berikut Tujuh Trayek Angkutan Umum Trayek BTS Trans Saijaan Kotabaru yang Sudah Mengaspal
Ratino Taufik August 01, 2026 04:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Operasional angkutan Buy The Service (BTS) Trans Saijaan resmi dimulai hari ini, Sabtu (1/8/2026).

Ujicoba layanan baru dari peremajaan angkutan kota di Kabupaten Kotabaru ini gratis hingga akhir 2026.

Setidaknya ada tujuh trayek yang dilalui untuk mengangkut penumpang dengan total 43 unit sementara yang dioperasionalkan. 

Tayek 1 ada enam unit. Berangkat dari Tugu Nelayan menuju Jalan Suryaganggawangsa, masuk ke perkantoran Kecamatan Pulaulaut Sigam sebagai tujuan akhir. 

Berikutnya kembali arah dalam kota melewati Jalan depan SMKN 1 Kotabaru ke Jalan Batu Silira, Jalan Nelayan, Jalan Indra Kesuma, Jalan Cipta Sari dan Jalan Singabana, hingga kembali ke Tugu Nelayan di Jalan Pangeran Hidayat.

Trayek 2 ada lima unit. Melintas ke Gunung Sentral, Jalan Gagah Lurus, Pasar Limbur dan kembali ke Tugu Nelayan.

Trayek 3 ada 10 unit. Berangkat dari Tugu Nelayan ke Siring Laut, kemudian ke Stagen, hingga berakhir di Perkantoran Sebelimbingan dan kembali ke Tugu Nelayan.

Baca juga: BREAKING NEWS - Kecelakaan Maut di Batulicin Tanahbumbu, 6 Mahasiswa KKN dari ULM dan UNU Tewas

Trayek 4 ada delapan unit . Rutenya dari Tugu Nelayan, Jalan Veteran, Jalan Selokayang, RSUD Pangeran Jaya Sumitra,Pasar Limbur Raya dan kembali ke Tugu Nelayan.

Trayek 5 ada enam unit. Rutenya Dari Tugu Nelayan, Pasar Limbur Raya, Jalan Veteran, Perumnas, Higa Gunung, dan kembali ke Tugu Nelayan.

Trayek 6 ada empat unit. Melintasi Jalan Agus Salim, Siring Laut, Pasar Limbur Raya, Jalan Veteran, Mandin, Jalan Sungai Salak dana kembali ke Tugu Nelayan.

Adapun trayek 7 ada empat unit. Rute yang dilintasi Mulai Desa Gunung Ulin, ke Jalan Raya Stagen, Perumnas, Puskesmas Dirgahayu, Mandin dan kembali ke Gunung Ulin.

Di hari pertama ujicoba ini, antusias masyarakat pengguna terlihat tinggi, meskipun masih perlu sosialisasi yang lebih masif.

Beberapa di antaranya mengira angkutan tersebut adalah armada jemputan, sehingga agak enggan menghentikannya.

"Mungkin masih perlu sosialisasi, karena masih terbilang baru," ujar Ardi, salah satu pengemudi BTS Trans Saijaan.

Sementara itu, disampaikan Kadishub Kotabaru, Khairian Anshari, ujicoba ini tentu tidak akan sempurna, masih perlu banyak saran dan evaluasi.

Maka dari itu, pihaknya juga terbuka untuk berbagai masukan untuk lebih optimalnya pelayanan.

"Yang jelas kita sambil jalan dan mengajak masyarakat membudayakan naik transportasi publik yang ada. Terlebih sudan didesain nyaman dan memudahkan," jelasnya. 

Langkah ini juga sebagai upaya mengurangi volume kendaraan di Kotabaru yang semakin tidak ideal dengan jalan yang ada, terutama di kawasan perkotaan. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.