Proyek Pemerintah Berkurang, Kontraktor di Sikka NTT Beralih Menjadi Petani Hortikultura
Cristin Adal August 01, 2026 06:42 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Berkurangnya proyek pemerintah pada tahun 2026 akibat efisiensi anggaran memaksa Beni Pongo, kontraktor di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencari sumber penghasilan baru. Selama lima bulan terakhir, ia mengolah lahan kering menjadi kebun hortikultura untuk menghidupi keluarganya.

Lahan seluas sekitar 20 x 30 meter di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, yang sebelumnya terbengkalai, kini berubah menjadi kebun produktif. Berbagai jenis sayuran, seperti sawi, kangkung, bayam, cabai, hingga pepaya tumbuh di atas lahan tersebut.

Beni menerapkan pola tanam tumpang sari agar panen dapat dilakukan secara bergantian. Hasilnya dijual kepada warga sekitar dan di pasar tradisional.

Baca juga: Warga Dusun Ekko Timutawa Sikka Bangun Tenda Darurat untuk Penyintas Lewotobi Setelah Rumah Terbakar

Dari usaha itu, ia memperoleh pendapatan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per hari atau sekitar Rp 3 juta setiap bulan.

Sebelum menjadi petani, Beni menggantungkan penghasilannya dari proyek-proyek pemerintah. Namun, berkurangnya anggaran pembangunan membuat pekerjaan di sektor konstruksi nyaris tidak ada.

"Sudah sekitar lima bulan saya memanfaatkan lahan karena situasi ekonomi tidak bagus. Akhirnya saya memutuskan usaha di bidang pertanian. Sebelumnya saya kontraktor, tetapi belakangan ini dana di setiap daerah tidak ada sehingga kami tidak mendapatkan pekerjaan. Karena itu saya banting setir untuk menyelamatkan rumah tangga dan kehidupan saya," kata Beni, Sabtu (1/8/2026).

Menurut dia, bertani pada musim kemarau membutuhkan ketelatenan. Tanaman harus disiram setiap hari dan dibersihkan dari gulma agar tetap tumbuh dengan baik.

Baca juga: Penyintas Gunung Lewotobi Manfaatkan Lahan Tidur untuk Budidaya Hortikultura hingga Ikan Air Tawar

Meski demikian, hasil panen yang dipasarkan setiap hari mampu menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya di tengah lesunya sektor konstruksi.

Beni berharap proyek pembangunan pemerintah kembali berjalan sehingga para kontraktor lokal dapat bekerja lagi. Sembari menunggu kondisi membaik, ia memilih terus mengembangkan usaha hortikultura yang kini menjadi tumpuan ekonomi keluarganya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.