Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Warga Dusun Ekko, Desa Timutawa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), membangun tenda darurat untuk tempat tinggal sementara tiga keluarga penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki setelah rumah yang mereka tempati ludes terbakar, Sabtu (1/8/2026).
Kepedulian warga terlihat setelah rumah penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki terbakar pada Sabtu (1/8/2026). Tidak menunggu lama, Pemerintah Desa Timutawa bersama masyarakat setempat langsung bergerak membangun tenda darurat di lokasi kejadian sebagai tempat tinggal sementara bagi tiga kepala keluarga (KK) atau 11 jiwa yang kehilangan tempat tinggal.
Kebakaran melanda rumah semi permanen milik Sisilia Selang di Dusun Ekko, RT 003/RW 001, Desa Timutawa. Rumah tersebut selama ini ditempati keluarga penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki asal Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, yang telah mengungsi sejak 2025.
Baca juga: Rumah yang Terbakar di Timutawa Sikka Dihuni 3 KK Penyintas Lewotobi, Kerugian Capai Rp 75 Juta
Kepala Desa Timutawa Bernadinus Terang Bulan mengatakan, setelah kebakaran terjadi, keluarga terdampak sempat mengungsi di rumah warga.
Namun, pemerintah desa bersama masyarakat kemudian membangun tenda darurat agar para korban memiliki tempat tinggal sementara di sekitar lokasi rumah yang terbakar.
"Sementara mereka tinggal di rumah warga. Kemungkinan nanti akan kembali ke lokasi karena pemerintah desa bersama warga sudah membangun tenda darurat," kata Bernadinus.
Tenda tersebut menjadi tempat perlindungan sementara bagi 11 jiwa, termasuk lansia dan anak-anak yang masih bersekolah.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Maumere Besok, 2 Agustus 2026: Cerah Berawan, Suhu 33 Derajat Celcius
Bernadinus mengatakan, bantuan kebutuhan pokok juga mulai berdatangan untuk membantu keluarga terdampak. Pastor bersama Dewan Paroki Boganatar telah menyalurkan bantuan berupa beras, telur, dan mi instan.
Selain itu, warga Dusun Ekko berencana bergotong royong menyediakan makanan dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan para penyintas dalam beberapa hari ke depan.
Akibat kebakaran tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp75 juta. Seluruh bangunan rumah berukuran 7 x 5 meter beserta isinya hangus terbakar.
Sejumlah barang ikut terbakar, seperti surat-surat berharga, uang tunai Rp5 juta, pakaian orang dewasa dan anak-anak, empat unit telepon genggam, serta satu unit sepeda motor.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni rumah selamat karena saat kebakaran terjadi mereka sedang berada di luar rumah.