TRIBUNSTYLE.COM, PEKALONGAN - Museum Batik Pekalongan mengawali tahun dengan lonjakan kunjungan wisatawan lokal maupun luar kota, membawa angin segar bagi sektor pariwisata usai masa PPKM resmi berlalu.
Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan, Ahmad Asror, mengungkapkan bahwa lonjakan ini didorong oleh program pelayanan khusus dan pelatihan membatik interaktif bagi segmen pelajar dari tingkat TK hingga sekolah menengah.
Baca juga: Pekalongan Ternyata Secantik Ini! 5 Destinasi yang Masih Belum Banyak Diketahui Wisatawan
"Alhamdulillah, awal tahun ini Museum Batik mengadakan pelayanan pelajar, kami membuat pelatihan batik dengan segmentasi pelajar. Dari luar Kota Pekalongan banyak yang kunjungan, sekaligus ikut pelatihan," ujar Ahmad Asror
Dalam sesi pelatihan tersebut, para pengunjung diajak untuk langsung mempraktikkan teknik membatik khas Pekalongan, yaitu teknik nyolet dan pewarnaan kain. Aktivitas ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan luar kota yang ingin mencari pengalaman liburan baru sekaligus edukatif bersama keluarga tercinta.
Selain workshop membatik, museum juga bersiap menghadirkan pameran kolaboratif yang menampilkan karya seni batik dari para pelajar dan mahasiswa. Langkah ini melengkapi koleksi pameran yang sebelumnya telah diisi oleh karya para praktisi batik terkemuka.
Lonjakan kunjungan ini turut mendongkrak optimisme pengelola setelah tahun sebelumnya sukses melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga mencapai 113 persen, atau setara dengan Rp116 juta dari target awal sebesar Rp103 juta.
Dengan kembalinya aktivitas normal tanpa batasan PPGK, Museum Batik Pekalongan kini menjadi destinasi akhir pekan yang sangat direkomendasikan bagi keluarga, pasangan, maupun pelancong yang ingin menghabiskan waktu liburan sambil menyelami kekayaan budaya Nusantara.
( TribunMuria.com / Indra Dwi Purnomo / Tribunstyle.com / Selviana Safitri )