Perdana Menteri Andy Burnham menilai Gianni Infantino sebagai sosok yang tidak tepat untuk memimpin FIFA setelah muncul penolakan luas terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia kepada perusahaan ekuitas swasta. Burnham mengecam usulan komersial yang memicu kontroversi itu setelah seorang penasihat senior mengundurkan diri dan sejumlah konfederasi regional utama bersatu menentang rancangan badan sepak bola dunia tersebut.
Burnham mengecam kepemimpinan Infantino
Burnham melancarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Infantino di FIFA menyusul gelombang penolakan terhadap rencana komersialisasi organisasi itu. Penentangan semakin menguat setelah penasihat senior Carlos Cordeiro mengundurkan diri serta muncul penolakan resmi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), UEFA, dan CONCACAF. Burnham berpendapat bahwa upaya Infantino untuk menjual sebagian kepemilikan kompetisi FIFA kepada investor swasta merupakan keputusan yang secara mendasar keliru bagi masa depan sepak bola dunia.
Perdana Menteri menuntut perubahan
Dalam keterangannya kepada para wartawan pada Jumat, Burnham secara terbuka mengecam skema ekuitas swasta yang diusulkan itu. Ia berkata: "Ini adalah usulan yang keterlaluan," sebelum mempertanyakan kelayakan Infantino untuk tetap memimpin FIFA: "Gagasan bahwa hal ini bahkan bisa diajukan menunjukkan bahwa, menurut pandangan saya, [dia] adalah orang yang salah untuk memimpin organisasi ini."
Rancangan ekuitas swasta ditolak
Kritik keras Burnham mencerminkan penolakan global yang lebih luas, termasuk sikap tegas yang diambil oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Dalam pernyataan resminya, AFC menolak rencana pembentukan anak usaha komersial FIFA Forward Enterprise (FFE) dan menegaskan pentingnya menjaga integritas turnamen paling bergengsi dalam sepak bola: "Piala Dunia FIFA adalah puncak sepak bola global dan memperoleh kekuatannya dari partisipasi seluruh Konfederasi serta negara-negara sepak bola terkemuka di dunia.
"Setiap usulan yang berisiko merusak persatuan dan karakter universal kompetisi tersebut harus dipertimbangkan kembali."
Infantino menghadapi tekanan yang kian besar
Menyusutnya dukungan politik dan potensi penolakan dari mayoritas suara konfederasi membuat rencana komersialisasi FIFA berada di ambang kegagalan. Dengan blok penentang yang mencakup 136 asosiasi anggota, Infantino kini menghadapi krisis kepemimpinan yang nyata menjelang proses pengambilan keputusan resmi.
FIFA kini harus segera melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kerangka tata kelola dan proses pengambilan keputusannya untuk memulihkan perpecahan global yang semakin membesar.