Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN – Kabupaten Lamongan terus memantapkan posisinya sebagai salah satu destinasi investasi unggulan di Jawa Timur.
Hal ini ditunjukkan melalui kesiapan kawasan peruntukan industri seluas 7.419 hektare, di mana 6.128 hektare di antaranya masih terbuka luas untuk dikembangkan menjadi kawasan investasi baru.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Kaji Yes), menegaskan bahwa Lamongan memiliki modal strategis untuk tumbuh menjadi simpul ekonomi baru di kawasan metropolitan Gerbangkertosusila.
Selain sektor pertanian yang menyumbang sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor industri pengolahan juga mencatatkan kontribusi penting sebesar 12 persen.
Baca juga: Jelang TC di Batu, Kondisi Fisik Para Pemain Persela Lamongan Disorot Pelatih Bima Sakti
"Lamongan memiliki kekuatan utama di sektor pertanian yang sangat potensial diintegrasikan dengan sektor industri, sehingga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi," ujar Kaji Yes, Sabtu (1/8/2026).
Guna mengoptimalkan dan mempercepat pengembangan kawasan industri Pantura tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengusulkan sejumlah proyek infrastruktur strategis kepada pemerintah pusat.
Di antaranya adalah pelebaran Jalan Nasional Daendels yang menghubungkan kawasan Manyar (Kabupaten Gresik) hingga perbatasan Kabupaten Tuban, percepatan pembangunan Jalan Tol Gresik–Tuban, serta penguatan sistem penyediaan air bersih untuk kebutuhan kawasan industri.
Kaji Yes menambahkan, penguatan infrastruktur konektivitas ini krusial untuk menunjang keberadaan fasilitas pelabuhan berstandar internasional yang dikelola PT Lamongan Integrated Shorebase (LIS).
"Pelabuhan LIS akan menjadi penopang utama kawasan industri Pantura. Kami sangat berharap dukungan pemerintah pusat untuk penguatan jaringan infrastruktur pendukung agar integrasi logistik semakin optimal," ungkapnya.
Dengan ketersediaan lahan siap kembang mencapai 6.128 hektare, Lamongan dinilai memiliki ruang yang sangat lapang untuk menampung ekspansi manufaktur, logistik, maupun industri pengolahan hasil pertanian.
Terintegrasinya kawasan industri dengan Pelabuhan LIS serta jaringan tol nasional diprediksi akan mempercepat arus barang sekaligus daya saing investasi di Jawa Timur.