Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, optimis Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjadi "panggung gajah", simbol kebangkitan dan kekuatan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), pada Pemilu 2029.
Mantan Wali Kota Solo itu menyatakan hal tersebut saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang di Hotel Harper Kupang, Sabtu (1/8/2026).
Di hadapan pengurus dan kader PSI, Jokowi menegaskan bahwa kekuatan partai tidak hanya diukur dari jumlah kursi legislatif, tetapi juga dari kokohnya struktur organisasi hingga ke tingkat desa bahkan tempat pemungutan suara (TPS).
Baca juga: Antusias Ingin Dapat Baju Kaos Warga Serbu Kendaraan yang Ditumpangi Jokowi
"Kalau semuanya masuk, ditambah lagi kalau struktur sampai ke tingkat desa, bahkan sampai ke TPS sendiri, inilah yang akan menjadi kekuatan besar Partai PSI," kata Jokowi.
Ia mengungkapkan, berdasarkan catatannya, PSI NTT mencatat peningkatan perolehan kursi DPRD yang sangat signifikan, dari 11 kursi pada Pemilu 2019 menjadi 40 kursi pada Pemilu 2024. Menurutnya, capaian tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan seluruh provinsi di Indonesia.
"Posisi PSI NTT, tadi saya mencatat, pada Pemilu 2019 memiliki 11 kursi DPRD. Pada Pemilu 2024 menjadi 40 kursi. Ini merupakan capaian paling tinggi se-Indonesia," ujarnya.
Jokowi mengatakan, keberhasilan tersebut turut mengantarkan Ketua DPW PSI NTT, Christian Widodo, dipercaya mengemban tugas sebagai Dewan Pembina PSI.
Ia juga menyoroti bertambahnya kepala daerah dari PSI di NTT. Saat ini, kata Jokowi, PSI memiliki seorang wali kota, seorang bupati, serta dua wakil bupati yang menjadi representasi kekuatan partai di daerah.
Melihat perkembangan itu, Jokowi mengaku semakin yakin PSI akan meraih hasil yang lebih besar pada Pemilu 2029. Optimisme tersebut diperkuat oleh antusiasme masyarakat yang ia rasakan selama berada di NTT.
"Untuk tahun 2029 saya mungkin tidak bisa menghitung lagi. Kalau melihat antusiasme masyarakat seperti yang saya rasakan kemarin sore dan tadi pagi, kita lihat saja nanti. Tetapi saya meyakini NTT benar-benar akan menjadi panggung gajah," tuturnya.
Jokowi menegaskan, "panggung gajah" bukan sekadar simbol kemenangan politik, melainkan cerminan karakter PSI yang diharapkannya terus hadir di tengah masyarakat.
"Gajah yang bijak, bukan hanya menang dalam pemilu, tetapi juga gajah yang bijaksana. Gajah yang cerdas, gajah yang selalu berpihak kepada rakyat. Itulah yang kita inginkan bersama," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (fan)