TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH — Dampak nusim kemarau membuat sumber air milik PDAM mengalami kekeringan, sehingga distribusi air tereganggu.
Tak jarang warga memilih sumur bor, dengan mengandalkan air tanah untuk mendapatkan sumber air baru.
Namun harga jasa pembuatan sumur bor disebut mahal.
Baca juga: 1.200 Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak Kemarau di Desa Pontana Kayyang Mateng
Baca juga: 2 Bulan Sumur Mengering Warga Salumpio Mamuju Terpaksa Numpang Air Hingga Jalan 2 Km Ke Sungai
Seperti diungkapkan Akri, warga Dusun Salumpio, Desa Bambu, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat dikeluhkan warga pada Minggu (2/7/2026).
Akri menuturkan, membuat sumur bor secara mandiri membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga sulit dijangkau sebagian masyarakat.
"Kalau mau buat sumur bor biayanya sekitar Rp12 juta," kata Akri kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (2/8/2026).
Ia menjelaskan mahalnya biaya pengeboran disebabkan lokasi tempatnya bermukim bersama warga yang berada di kawasan perbukitan dan jika melakukan pengeboran harus sangat dalam, itu yang menyebabkan tingginya harga.
Akri berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang melalui pembangunan sumur bor di wilayah yang selama ini mengalami kesulitan air bersih agar masyarakat tidak selalu mengalami kesulitan air ketika kemarau datang melanda.
Selain pembangunan sumur bor, Akri juga berharap jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dapat menjangkau Daerah tempat tinggalnya dan daerah sekitar yang belum dijangkau PDAM.
Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau berkepanjangan seperti saat ini.
Sebanyak 1.200 liter air bersiah disalurkan Satuan Binmas (Satbinmas) Polres Mamuju Tengah, kepada warga terdampak kemarau di Desa Pontanakayyang, Kecamatan Budong-budong, Mamuju tengah, tepatnya di Dusun Sumber Makmur, Minggu (2/8/2026).
Pendistribusian ini menjadi respons cepat atas keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari di tengah musim kemarau.
Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Ari Prayitno, menyampaikan kegiatan pendistribusian air bersih ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah kesulitan masyarakat.
Ia menegaskan pihaknya menyalurkan secara berkelanjutan kepada masyarakat.
Selama masyarakat kesulitan mendapat pasokan air sepanjang musim kemarau.
Penyaluran menyasar permukiman warga yang mengalami keterbatasan sumber air.
Masyarakat setempat tampak antusias menyambut kedatangan petugas.
Petugas menggunakan kendaraan pickup membawa satu tandon air berkapasitas besar.
Air kemudian disalurkan dari tandon menggunakan selang ke berbagai wadah yang telah disiapkan warga, seperti jerigen, baskom, dan ember.