Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBONN.COM - Akhir pekan menjadi momen yang di nanti-nanti sebagian besar masyarakat, entah itu pekerja kantoran, pekerja swasta, maupun para pelajar.
Melepas penat usai beraktivitas selama sepekan, rupanya banyak masyarakat Kota Masohi, Maluku Tengah menghabiskan akhir pekan di acara Car Free Day.
Acara tersebut mempertemukan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), aktivitas olahraga, hingga anak-anak yang menghabiskan waktu pada lomba melukis jelang perayaan HUT RI ke 81.
Berpusat di Jalan Pattimura, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Minggu (2/8/2026), puluhan tenan UMKM digelar para pedagang pada jalan sepanjang hampir 300 meter.
Suasana kota yang biasanya sepi, kini nampak ramai dengan dibukanya ruang berjumpa bagi para warga di setiap hari Minggu.
Masyarakat bukan hanya berbelanja aneka kudapan, mereka turut aktif berolahraga senam yang didominasi oleh ibu-ibu.
Momen ini menjadi penanda bahwa car free day telah menjelma menjadi ruang berjumpa bagi masyarakat.
Baca juga: Erick Thohir Optimistis Indonesia Berprestasi di Asian Games 2026 Meski Sepak Bola Absen
Baca juga: Peringatan ke-209 Hari Pattimura di Salatiga, Gubernur Ajak Warga Perantauan Kobarkan Persatuan
Pantauan TribunAmbon, ratusan masyarakat memadati area car free day sejak pagi sekira pukul 08.00 WIT.
Tenan-tenan UMKM didominasi kudapan pasar hingga kudapan kekinian beraneka ragam. Selain itu, tenan-tenan ornamen unik hingga pakaian turut mengambil bagian di Jalan Pattimura.
Salah satu pengunjung, Salma Raisyadina, mengatakan, ia cukup antusias pada acara car free day. Selain banyak jajanan, ada ruang untuk masyarakat berolahraga.
"Menurut saya car free ini sangat bagus sekali karena dapat menarik masyarakat untuk berkumpul," ujar Salma
Menurutnya, hal itu sangat berdampak pada penguatan UMKM di daerah. Salma yang merupakan mahasiswa Universitas Pattimura Ambon itu meminta agar acara seperti ini dapat dipertahankan kedepannya.
"Karena banyak juga jajanan unik dan enak, apalagi untuk anak muda, Katong sangat suka dengan jajanan unik seperti ini," jelasnya.
Namun, Salma menyayangkan kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah bekas makanan sembarangan.
"Sampah dibuang di atas trotoar jalanan, sangat tidak bagus. Harusnya diperhatikan," pintanya.
Salma berharap agar kedepan, hal ini dapat dievaluasi dan pemerintah atau pengelola kegiatan dapat menghadirkan tempat sampah khusus di area car free day.
"Harusnya di atas trotoar ada tempat sampah," pungkas Salma.(*)