Tangis Istri Andriyono Pecah, Ungkap Pesan Terakhir Petugas Damkar Sebelum Meninggal
Dian Anditya Mutiara August 02, 2026 03:17 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Jenazah petugas Pemadam Kebakaran Sektor Cipayung, Andriyono telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Taman Pemakaman Umum (TPU) Centex, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (2/8/2026) sekira pukul 10.00 WIB.

Rumah Andriyono berada di Gang Asem RW 09, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Di depan gang terlihat enam karangan bunga dari Gubernur DKI, Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI, Rano Karno, Damkar Sektor 2 Cipayung, Kepala Dinas Gulkarmar, Bayu Megantara, Kasudin Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar dan angkatan 2011 Petugas Damkar.

Di rumah duka, pihak keluarga maupun warga sekitar masih berkumpul untuk mendampingi istri dari Andriyono bernama Linda.

Teras rumahnya ada bak bulat besar berisi air dan kembang tujuh rupa, bekas memandikan jenazah Androyono.

Baca juga: Pramono Anung Berduka, Petugas Damkar Andriyono Gugur Saat Padamkan Kebakaran

Sementara, bangku warna hijau milik pengurus RT masih berjajar di depan rumah Andriyono.

Bangku itu untuk duduk para pelayat yang datang. 

Linda begitu ramah ketika menerima kedatangan Tim Warta Kota untuk wawancara terkait sosok sang suami.

Dengan pakaian serba hitam, Linda tak kuasa menahan tangis ketika menceritakan sosok suaminya sebagai lelaki bertanggung jawab bagi keluarga maupun ke ibu kandungnya.

"Beliau itu tanggung jawabnya tinggi, saya acungin jembol mas, terutama sama ibunya ya, beliau sangat sayang sekali," ucap Linda sambil mengacungkan jempol, Minggu.

Linda menegaskan, sosok Andriyono juga bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dan hal ini terbukti meski sakit jantung tetap bertugas.

Baca juga: Anggota Damkar yang Tewas di Kramat Jati Punya Riwayat Sakit Jantung

Suaminya meninggalkan tiga orang anak, pertama baru lulus sekolah, kedua masih kelas satu di SMPN 208 Ciracas dan ketiga masih kelas dua SD.

"Beliau itu anak dari satu perempuan, tapi punya anak sambung dua yang besar laki-laki dan kedua perempuan. Beliau tak pernah membedakan anak-anaknya mas, satu makan, semua makan. Buat saya dia paling luar biasa bertanggung jawabnya," tegasnya.

Tanda Sebelum Kepergian Almarhum

PEMAKAMAN PETUGAS DAMKAR - Jenazah Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Andriyono dimakamkan di TPU Centex, Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (2/8/2026)
PEMAKAMAN PETUGAS DAMKAR - Jenazah Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Andriyono dimakamkan di TPU Centex, Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (2/8/2026) (Istimewa/dok Damkar DKI Jakarta)

Sabtu (1/8/2026) pagi, Linda masih menyiapkan sarapan dan obat untuk suaminya sebelum berangkat bertugas ke memadamkan api di Jalan Penggilingan Baru, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ia sempat mendapatkan pesan dari sang suami agar berhenti bekerja di salah satu gudang di kawasan Depok, Jawa Barat.

"Jadi saya kerja di tempat teman kan, karena ada masalah ekonomi juga. Dia bilang kerja lima hari saja, habis itu suruh berhenti," tutur Linda.

Saat jam makan siang, ia mendapat kabar dari rekan kerjanya untuk datang ke Rumah Sakit Harapan Bunda karena suaminya harus mendapatkan perawatan usai menjalani tugas.

Baca juga: Petugas Damkar DKI Andriyono Gugur Saat Bertugas, Sempat Keluhkan Nyeri Dada

Ia masih berfikir positif, bahwa penyakit jantung suaminya hanya kumat dan butuh dirawat di rumah sakit.

"Pas saya ke rumah sakit, ternyata suami saya sudah meninggal, terus saya diminta tanda tangan berkas untuk bisa bawa pulang jenazah," ungkap wanita berhijab hitam.

Ia bersyukur, proses pemakaman suaminya diurus secara penuh oleh Sudin Gulkarmat Jakarta Timur dan segala sesuatu dipermudah.

"Mulai dari proses pemulangan, kain kafan, pemakaman sampai dimandikan semua dibantu sama Damkar, alhamdulillah," tutupnya.

Sebelumnya, Anggota pemadam kebakaran bernama Adnriyono meninggal dunia saat menangani kebakaran di lahan kosong seluas 6.000 meter di Jalan Penggilingan Baru 1 RT 13/03 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2026) siang.

Andriyono merupakan Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Jakarta Timur.

Ia dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 13.30 WIB usai menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Bunda.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI, Bayu Megantara mengatakan, pihaknya sejak pukul 07.00 hingga 11.35 WIB melakukan pemadaman api.

Kemudian, dari pukul 12.00 sampai Minggu (2/8/2026) pagi, masih terus melakukan pendinginan di lokasi tersebut.

"Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri pada bagian dada," kata Bayu dalam keterangan tertulis, Minggu. (m26)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.