Tanggapi Gertakan Donald Trump, Iran Siapkan Serangan Balasan Hancurkan Pangkalan Militer AS
Rustam Aji August 02, 2026 01:27 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN — Pemerintah Iran melontarkan ancaman keras akan meratakan seluruh pangkalan militer dan fasilitas musuh "kembali ke Zaman Batu" jika Amerika Serikat nekat melancarkan agresi militer. 

Anggota Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menegaskan bahwa jangkauan serangan balasan Iran tidak akan terbatas di kawasan Teluk Persia saja, melainkan akan menyasar dari mana pun titik asal serangan diluncurkan.

Pernyataan bernada ancaman mematikan tersebut disampaikan Rezaei melalui unggahan di platform media sosial X pada Minggu (2/8/2026), menanggapi klaim AS yang sesumbar mampu menundukkan Teheran dalam tempo singkat.

Rezaei juga memperingatkan bahwa setiap gertakan militer maupun aksi perusakan terhadap infrastruktur energi Iran akan langsung dibalas dengan dampak kehancuran yang setara.

Sindiran untuk Trump dan Netanyahu

Dalam keterangannya, Rezaei menepis klaim Washington yang menyebut AS dapat memberikan pukulan cepat dan dahsyat hingga memaksa Iran menyerah hanya dalam hitungan dua hari.

Ia menilai propaganda tersebut merupakan ilusi menyesatkan yang dibisikkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Krisis Internal Militer Israel: 100 Lebih Prajurit Batalyon Tzabar Buang Senjata dan Pulang

"Jika serangan dilancarkan terhadap Iran, kita akan mengembalikan seluruh wilayah dan fasilitasnya ke Zaman Batu. Demi kepentingan terbaik Anda, jangan bertindak bodoh," tegas Rezaei sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Minggu (2/8/2026).

Rezaei menambahkan bahwa kesiapan tempur pasukan Iran kini berada di tingkat tertinggi. Seluruh pangkalan militer AS yang tersebar di luar kawasan Teluk Persia dipastikan masuk dalam rentang bidikan rudal Teheran jika eskalasi militer benar-benar pecah.

Trump Tunda Serangan Militer Demi Kesepakatan Selat Hormuz

Di sisi lain, tensi tinggi ini mereda tipis setelah Donald Trump mengonfirmasi keputusan Washington untuk menunda rencana gempuran baru terhadap Iran pada Sabtu (1/8/2026).

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyatakan penundaan dilakukan demi memberi ruang bagi negosiasi pelonggaran ambisi nuklir Teheran serta pembukaan kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

Baca juga: Mobil Range Over Terbakar di Petompon Semarang, Api Diduga dari Korsleting Mesin

"Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya meminta waktu untuk menyelesaikan kesepakatan yang akan mengarah pada pembukaan kembali Selat secara segera, lengkap, dan total, serta mengakhiri ancaman nuklir Iran," tulis Trump sebagaimana dikutip dari Reuters.

Trump mengeklaim langkah penundaan ini diambil demi kepentingan perdamaian dunia serta keberlangsungan stabilitas ekonomi Iran, dengan syarat kesepakatan permanen dapat dicapai dalam waktu singkat. Meski Trump mengeklaim Israel turut menyetujui moratorium serangan tersebut, pemerintah Tel Aviv hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait kesepakatan penundaan gempuran ke Iran. (a naufal/kps)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.