Grid.ID – Media sosial mendadak gempar setelah tayangan podcast Curhat Bang Denny Sumargo yang menghadirkan pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, naik tayang pada Sabtu (1/8/2026). Niat hati ingin menunjukkan bukti komunikasi, pihak Ruben Onsu justru harus menghadapi isu kesehatan yang bergulir liar gara-gara kejelian netizen melakukan zoom pada layar ponsel yang ditampilkan.
Lantas, bagaimana kronologi dan fakta sebenarnya? Berikut rangkumannya.
Berawal dari Layar Ponsel di Menit ke-56
Kehebohan ini bermula saat Minola Sebayang memperlihatkan riwayat pesan WhatsApp antara Ruben Onsu dan Sarwendah untuk membantah tudingan bahwa komunikasi keduanya terputus. Namun, netizen yang penasaran justru melakukan tangkapan layar dan memperjelas (enhance) tulisan yang sangat kecil menggunakan teknologi AI (Kecerdasan Buatan).
Hasilnya mengejutkan, potongan chat tersebut memunculkan narasi mengenai "obat penyakit tiga huruf" atau HIV. Potongan transkrip hasil olahan AI itu pun viral di platform X (Twitter) dan memicu spekulasi bahwa Ruben tengah mengidap penyakit serius.
Tegaskan Chat 'Apa Adanya' dan Tanpa Rekayasa
Menanggapi viralnya potongan chat tersebut, Minola Sebayang menegaskan bahwa apa yang ia tunjukkan di layar ponsel saat podcast adalah bukti asli yang tidak ditutup-tutupi. Justru, sikap terbukanya itu menjadi bukti bahwa pihak Ruben Onsu tidak melakukan rekayasa apa pun.

"Itu bukti bahwa kami tidak pernah merekayasa bukti, tidak pernah menutup-nutupi itu bukti. Apa adanya," tegas Minola dalam klarifikasinya di Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2026).
Minola menambahkan, jika memang pihak Ruben berniat memalsukan fakta, mereka tidak akan menunjukkan layar ponsel tersebut secara terbuka di depan kamera.
"Ya, kalau tadi misalnya kami merekayasa bukti, bisa kami tutup kan? Artinya enggak ada, enggak apa-apa. Orang zoom (potongan chat itu), buat kami enggak ada masalah (karena fakta medisnya berbeda)," imbuhnya.
Pengacara Klarifikasi dengan Bukti Medis
Tak butuh waktu lama bagi pihak Ruben Onsu untuk bereaksi. Pada Minggu (2/8/2026), Minola Sebayang menggelar klarifikasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.Tak sekadar bicara, ia langsung menunjukkan hasil laboratorium dari pusat kesehatan ternama, Prodia.
"Ini hasil pemeriksaan laboratorium atas nama Ruben Samuel Onsu. Bisa dilihat sendiri di sini, hasilnya NON-REAKTIF (Negatif)," tegas Minola di depan awak media.
Minola menjelaskan bahwa pemeriksaan itu sudah dilakukan secara proaktif oleh Ruben pada 25 Juli 2026, jauh sebelum isu ini viral di media sosial. Hal ini dilakukan sebagai persiapan pembuktian di persidangan gugatan hak asuh yang sedang berjalan.

Bantahan Soal Konsumsi Obat Secara Sepihak
Terkait narasi obat yang muncul di dalam chat, Minola mengungkap fakta lain yang selama ini dipendam Ruben. Menurut kliennya, selama ini Ruben mengonsumsi obat-obatan yang disiapkan oleh pihak keluarga S (Sarwendah) tanpa pernah mendapatkan diagnosis langsung dari dokter mana pun yang menyatakan dirinya mengidap penyakit tersebut.
"Ruben sering dikatakan kena penyakit tiga huruf, sementara tidak ada dokter mana pun yang memeriksa dia menyatakan hal itu," jawab kuasa hukum Ruben.
"Obat-obat itu menurut Ruben yang menyiapkan dan membeli adalah adiknya S. Itulah mengapa Ruben akhirnya berinisiatif periksa sendiri untuk membuktikan faktanya," ungkap Minola.
Peringatan Keras Bagi Penyebar Hoaks
Minola Sebayang memperingatkan netizen dan oknum-oknum yang sengaja menggiring opini melalui data pribadi yang disebarkan tanpa izin. Menurutnya, tindakan mengambil data pribadi dan mentransmisikannya ulang bisa berujung pada pelanggaran hukum.
"Kami peringatkan, jangan mengambil bagian menyebarkan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan upaya hukum jika fitnah ini terus berlanjut," pungkasnya.
Dengan adanya bukti medis "Non-Reaktif" ini, pihak Ruben Onsu berharap kegaduhan di media sosial mereda dan publik menghormati proses persidangan serta mediasi yang akan kembali digelar pada 6 Agustus mendatang.