Oleh: H Abu Soufyan M Saleh *)
Kapal Motor Kelud atau KM Kelud adalah armada besar yang dimiliki negara melayari dan melayani penumpang antar pulau.
Alhamdulillah Minggu yang lalu kami berkesempatan berlayar bersama KM Kelud dari Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara menuju Tanjung Priok Jakarta.
KM Kelud yang berukuran lebar 23 meter dan panjangnya sekitar 175 meter mampu menampung ribuan penumpang.
Ketika kami berlayar Minggu lalu, kami pun merasa kagum ketika petugas informasi mengabarkan bahwa hari ini KM Kelud melayani 3.000 penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Belawan menuju Tanjung Priok, Jakarta dengan singgah di Tanjung Balai Karimun dan Batam untuk menurunkan dan menaikkan penumpang baru.
Pelayaran Belawan - Tanjung Priok memakan waktu sekitar tiga hari tiga malam dengan transit di Batam sekitar empat jam.
Berbicara tentang safar atau pelayaran Nabi Muhammad SAW dalam sebuah Sabdanya mengingatkan susah senangnya sebuah perjalanan. "Assafaru nisful azab,"
Baca juga: Layanan Penginapan Terapung di KM Kelud Berakhir, Kapal Tinggalkan Aceh
Karenanya diperlukan kesabaran dan ketenangan bersikap menghadapi aneka masalah yang terjadi.
Pelayanan dalam pelayaran dengan KM Kelud sungguh sangat memuaskan.
Kebersihan lingkungan terjaga dengan rapi. Antar sesama saling menghormati dan saling memahami meski baru bertemu dan saling menyapa bertaarruf satu sama sama lain.
Tak ada kegaduhan meski begitu ramainya penumpang.
Tak ada juga informasi kehilangan barang. Bagi penumpang disediakan makan pagi siang dan malam selama dalam pelayaran.
Begitu pula dalam soal ibadah bagi umat Islam selalu diingatkan dan tersedia musalla di lantai tujuh yang terurus dengan baik melayani jamaah yang kadangkala sampai tiga atau empat ronde.
Baca juga: Dikunjungi Lebih 21.000 Wisatawan, KM Kelud Jadi Daya Tarik
Selesai shalat shubuh dan magrib juga diisi dengan taushiyah atau kultum.
Sepanjang perjalanan kami bersilaturrahmi dengan beberapa penumpang yang berasal dari Aceh dan Sumatera Utara baik dari suku Melayu atau Batak.
Sebagian penumpang dari Suku Batak menyampaikan kepada kami bahwa tujuan perjalanan mereka adalah menghadiri wisuda anaknya di Unpad dan Unes Semarang.
Sebagian lagi mengantar anaknya yang lulus di Unes dan Unpad. Dengan bangganya mereka mengatakan kepada kami bahwa kami orang Batak sangat memperhatikan pendidikan bagi anak-anaknya.
"Jika perlu apa pun akan kami korbankan untuk kesuksesan pendidikan anak anak kami," ucap seorang penumpang Suku Batak itu.
Sungguh luar biasa rasa haru kami dalam hati yang patut ditiru, terutama bagi warga Aceh yang bersyariat.
Baca juga: VIDEO Selama PON XXI Aceh Sumut, 21 Ribu Lebih Warga dan Wisatawan Berkunjung ke KM Kelud
Malahayati Menanti Kelud
Sebagian besar penumpang mengaku memilih berlayar dengan KM Kelud karena tingginya harga tiket pesawat akhir-akhir ini.
Harga tiket Medan - Jakarta kadangkala hampir mendekati dua juta. Bahkan Banda Aceh - Jakarta bisa mencapai Rp2 juta lebih.
Adapun dengan KM Kelud untuk kelas ekonomi cukup Rp400 ribu, sudah termasuk layanan makan dalam perjalanan.
Demikian pula keluhan warga Aceh yang ingin ke Batam atau Jakarta. Mereka sangat merasa mahalnya harga tiket pesawat.
Saat ini, untuk pelayaran dengan KM Kelud bagi warga Aceh juga menghadapi kesulitan berat karena harus ke Medan dulu.
Baca juga: VIDEO Melihat Fasilitas KM Kelud Hotel Terapung di PON XXI Aceh Sumut 2024
Karena itu lah mereka berharap suatu saat nanti KM Kelud yang menjadi kebanggan bangsa Indonesia bisa singgah di Malahayati untuk melayani warga Aceh yang ingin ke Medan, Batam dan Pulau Jawa.
Untuk memenuhi harapan ini, tentu tidak lah sulit bila Pemerintah Aceh berupaya dengan serius, apalagi misi dari KM Kelud yang milik perusahaan negara tentu tidak semata bisnis mencari untung.
Tetapi juga memiliki misi sosial melayani rakyat. Apalagi riwayatnya, kalau tidak keliru sepuluh tahun yang lampau kapal besar itu ke Jakarta pernah ada jadwal singgah di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar.
Begitu pula ketika berlangsungnya PON di Aceh dua tahun yang lalu, KM Kelud sempat disandarkan di Pelabuhan Malahayati untuk kepentingan keluarga atlet, warga Aceh yang ingin menginap di dalam KM Kelud yang layaknya hotel terapung itu.
Tak heran hal ini sangat menarik minat masyarakat Aceh, meski hanya untuk menginap atau melihat KM Kelud dari dalam.
Jika KM Kelud mulai berlayar dari Pelabuhan Malahayati, tentu pelabuhan Malahayati pun akan berkibar sejajar dengan Pelabuhan Batam dan pelabuhan lainnya di tingkat nasional.
Baca juga: Pj Bupati Melepas Kwarcab Pramuka Pidie Ikut Jambore Nasional ke Cibubur, Bertolak Naik KM Kelud
Selain itu juga akan mendorong minat untuk berinvestasi di Aceh. Semoga. (*)
PENULIS adalah Pimpinan Dayah Darul Hikmah, Gampong Kajhu, Aceh Besar, yang baru-baru ini menumpang KM Kelud dari Pelabuhan Belawan, Sumut ke Tanjong Priok, Jakarta.