Kebenaran Rumah Mewah Istri Terduga Maling Ayam yang Dikeroyok di Bali, Dedi Mulyadi Dapati Fakta
Galuh Palupi August 02, 2026 01:44 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapati kebenaran soal kabar bahwa istri dari terduga maling ayam yang tewas dikeroyok di Bali tinggal di rumah mewah.

Dewi Suryantini istri pria inisial KD yang viral gegara tewas setelah dikeroyok warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali dirundung rumor negatif setelah kematian suaminya.

Simpati publik mengalir deras untuk keluarga Dewi Suryantini pasca kejadian itu, terutama karena nasib anak-anaknya yang harus kehilangan ayah kandung.

Saat disorot publik, Dewi mengaku bahwa selama ini keluarganya hidup susah.

KD diketahui bekerja sebagai buruh, sementara sang istri, Dewi Suryantini, mencari nafkah dengan menganyam. 

KASUS PENGEROYOKAN BALI - Istri pria yang tewas dikeroyok di Bali dikabarkan tinggal di rumah mewah, ini klarifikasinya
KASUS PENGEROYOKAN BALI - Istri pria yang tewas dikeroyok di Bali dikabarkan tinggal di rumah mewah, ini klarifikasinya (Kolase Tribun Bogor)

Kondisi ekonomi keluarga mereka disebut pas-pasan sehingga kebutuhan sehari-hari kerap sulit terpenuhi.

Baca juga: Istri Terduga Maling Ayam di Bali Buka Suara Usai Disorot Publik Soal Rumah Mewah, Mengaku Pasrah!

Kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Dewi mengungkapkan bahwa suaminya pergi tanpa berpamitan. 

Dewi juga mengaku penghasilan dirinya dan sang suami tidak menentu sehingga belum mampu mencukupi kebutuhan keluarga. 

"Kerjaan saya kecil. Menganyam. Iya. Kan buruh kadang ada, kadang nggak ada," katanya.

Sebelum meninggal dunia akibat pengeroyokan, KD sempat kembali ke rumah setelah tiga hari tidak pulang. 

Saat itu, ia memberikan uang sebesar Rp2,7 juta yang digunakan untuk melunasi biaya gedung sekolah anak mereka yang baru masuk SMK.

Namun, Dewi mengaku tidak mengetahui asal uang tersebut. 

"Suaminya ngasih, tapi uangnya dari mana saya nggak tahu. Uang gedung sekolahnya udah bayar. Iya bayarnya sebelum pergi," katanya.

Di tengah banyaknya bantuan yang mengalir kepada Dewi dan ketiga anaknya, muncul kabar yang menyebut keluarganya tinggal di rumah mewah berlantai granit. 

Dewi membantah tudingan tersebut dan menegaskan rumah itu bukan miliknya.

Baca juga: Jangan Ketinggalan Pemecahan Rekor MURI Makan Sop Ayam Massal di Klaten, Catat Tanggal & Lokasinya!

POLISI TETAPKAN TERSANGKA - Polisi tak tinggal diam dan langsung mengamankan warga yang terlibat dalam aksi kekerasan massal tersebut, sudah tahan 5 pelaku.
POLISI TETAPKAN TERSANGKA - Polisi tak tinggal diam dan langsung mengamankan warga yang terlibat dalam aksi kekerasan massal tersebut, sudah tahan 5 pelaku. (Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta)

"Ndak benar, itu punya pak Parte, paman dari Keisa," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemilik rumah memang tidak selalu berada di tempat. 

"Di sini (tinggalnya) tapi kadang di luar kota. Gak (pejabat)," katanya.

Dewi mengakui dirinya memang pernah tinggal di rumah tersebut. 

"Pernah menempati, tinggalnya di sini," katanya.

Ia juga menjelaskan adanya tradisi yang masih dijalankan di daerahnya, yakni seorang istri yang ditinggal meninggal suami harus tetap berada di rumahnya sendiri. 

"Kalau orang sini nggak boleh di rumah orang lain, harus di rumah sendiri. Kalau saya punya rumah itu, saya duduknya di rumah itu," katanya.

Sementara itu, kepala desa setempat menyampaikan bahwa keluarga KD dan Dewi tergolong warga kurang mampu. 

Menurutnya, pekerjaan mereka sebagai buruh serabutan dan penganyam membuat keluarga tersebut masuk dalam kategori penerima bantuan sosial.

"Keseharian sebagai buruh serabutan dan penganyam, maka di databasenya masuk kategori desil 2 dan berhak mendapat bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai)," katanya. (Tribun Style/Tribun Bogor/Sanjaya Ardhi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.