Kenang Mendiang Suami, Linda Berharap Anaknya Bisa Jadi Anggota Damkar
Dwi Rizki August 02, 2026 03:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Linda tampak berusaha tegar meski matanya berkaca-kaca saat mengenang sang suami, Andriyono, anggota Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur yang meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran lahan di Kramat Jati, Sabtu (1/8/2026).

Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarganya, perempuan itu bertekad melanjutkan perjuangan hidup demi membesarkan dan menyekolahkan ketiga anaknya hingga sukses.

Linda berjanji akan berjuang seorang diri membesarkan ketiga anaknya setelah sang suami, Andriyono, wafat saat menjalankan tugas sebagai petugas pemadam kebakaran.

Andriyono meninggalkan dua anak sambung dan satu anak kandung yang masih membutuhkan perhatian serta biaya pendidikan.

Meski mengaku berat menjalani hidup tanpa sosok suami, Linda bertekad mewujudkan harapan almarhum yang ingin melihat anak-anaknya berhasil di masa depan.

"Saya mau besarin dua anak saya yang masih sekolah. Harus sukses. Dia harus jadi (orang sukses)," kata Linda sambil menangis saat ditemui di rumah duka, Minggu (2/8/2026).

Anak sulungnya yang berusia 17 tahun diketahui baru lulus SMA dan kini telah bekerja di wilayah Depok, Jawa Barat.

Baca juga: Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Bandara di Kembangan, Sempat Diperingatkan

Menurut Linda, semasa hidupnya Andriyono selalu menaruh perhatian besar terhadap pendidikan anak-anaknya. Bahkan, almarhum pernah berharap salah satu anaknya kelak mengikuti jejaknya menjadi anggota pemadam kebakaran.

Linda menuturkan, anak sulungnya sempat mendapat tawaran untuk bergabung menjadi petugas damkar setelah lulus sekolah.

Namun tawaran itu tidak diambil karena sang anak memiliki cita-cita lain.

"Tapi dia enggak mau, mungkin dia masih punya cita-cita lain, jadi abinya juga enggak maksa anaknya," ujarnya.

Kini, Linda menyimpan harapan kepada dua putrinya, Aisyah dan Aliyah.

Ia berharap salah satu dari keduanya dapat mewujudkan keinginan almarhum untuk memiliki anak yang berkarier sebagai petugas pemadam kebakaran perempuan.

"Abi mau lihat dua anaknya jadi. Mama mau berusaha, Abi. Mama pasti bisa nyekolahin Aisyah sama Alia," ucap Linda lirih.

Karena itu, ia bertekad terus bekerja keras agar kedua putrinya dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus SMA dan memiliki kesempatan menggapai cita-citanya.

"Tapi saya berharap, mas. Dua anak perempuan saya, salah satu ada yang bisa jadi Damkar perempuan," katanya.

Bagi Linda, profesi pemadam kebakaran merupakan pekerjaan yang mulia karena selalu hadir membantu masyarakat dalam berbagai kondisi darurat.

Andriyono diketahui menjabat sebagai Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Jakarta Timur.

Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.30 WIB setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Bunda.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Megantara mengatakan proses pemadaman berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 11.35 WIB.

Setelah itu, petugas masih melakukan proses pendinginan sejak pukul 12.00 WIB hingga Minggu pagi.

"Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri pada bagian dada," kata Bayu dalam keterangan tertulis, Minggu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.