Menyaksikan IKN dari Dekat: Terik, Gedung Megah dan Mimpi Jokowi
Dodi Hasanuddin August 02, 2026 03:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, KUTAI PANAJAM PASER UTARA - Matahari seolah enggan berkompromi dengan siapa pun yang menginjakkan kakinya di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8/2026) pukul 13.30.

Teriknya bukan sekadar terlihat dari langit yang nyaris tanpa awan. Ketika aplikasi cuaca menunjukkan suhu 32 derajat Celsius, tubuh justru merasakan panas yang menyentuh 40 derajat Celsius.

Suhu udara terasa panas, karena letak geografis provinsi ini juga dilintasi garis khatulistiwa.

Baca juga: Basuki Ungkap Progres Terbaru IKN, Kawasan Eksekutif Sudah 100 Persen Selesai

Kondisi ini membuat paparan sinar matahari jauh lebih tinggi, serta dipengaruhi oleh siklus suhu dan dinamika musim kemarau.

Di bawah sengatan itu, kipas listrik portabel nyaris tak pernah lepas dari genggaman para pengunjung.

Sementara payung-payung bermekaran di sepanjang taman, menjadi pelindung sederhana bagi mereka yang ingin menyaksikan dari dekat wajah ibu kota baru Indonesia.

Di balik hawa yang membakar, wajah IKN perlahan mulai terbentuk. Deretan gedung kementerian dan lembaga, hunian aparatur sipil negara (ASN), hingga berbagai fasilitas penunjang telah berdiri megah dan menanti dihidupkan oleh aktivitas pemerintahan.

Di sisi lain, hamparan ruang hijau mulai menghiasi kawasan inti. Beragam jenis pohon telah ditanam di sepanjang jalan, taman, dan ruang terbuka sebagai bagian dari konsep forest city yang diusung IKN.

Baca juga: Sebut IKN Ambisi Megalomania Jokowi, Dokter Zulkifli Desak Prabowo Batalkan Kepres Pemindahan

Meski sebagian besar pohon itu baru tumbuh setinggi sekitar satu hingga empat meter dan belum memiliki ranting maupun tajuk yang rindang, keberadaannya menjadi penanda bahwa pembangunan ibu kota baru ini tidak hanya mengejar kemegahan infrastruktur, tetapi juga keseimbangan dengan alam.

Megaproyek yang digagas Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu memang tidak semata-mata memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

IKN dirancang sebagai simbol pemerataan ekonomi, kota pintar yang hijau dan berkelanjutan, sekaligus transformasi peradaban Indonesia.

Visi besar tersebut disusun sebagai pembangunan jangka panjang selama 10 hingga 15 tahun. Dimulai sejak Juli 2022 dan dibagi ke dalam lima tahap, pembangunan IKN secara keseluruhan ditargetkan rampung 100 persen pada 2045, bertepatan dengan terwujudnya visi Indonesia Emas.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono, memastikan pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan terus berjalan sesuai tahapan.

Setelah kawasan eksekutif rampung, pembangunan kini difokuskan pada kompleks yudikatif dan legislatif yang ditargetkan selesai pada 2027.

Baca juga: Peringati HPSN 2026 di IKN, Program Ekonomi Sirkular Perkuat Pengelolaan Sampah Plastik

Hal itu disampaikan Basuki usai menghadiri Mangrove Festival (Mangrofest) 2026, Sabtu (1/8/2026), di IKN.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) Kementerian Kehutanan yang menargetkan rehabilitasi 32.634 hektare mangrove hingga 2027 di Provinsi Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

"Kalau yang kita lihat sekarang di Plaza Seremoni ini kawasan eksekutif. Ada Kantor Presiden, kantor-kantor kementerian, kantor Otorita IKN sampai ke sana. Ini sudah selesai 100 persen," kata Basuki.

Dia menjelaskan, pembangunan saat ini bergeser ke kawasan yudikatif yang akan menjadi lokasi Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial beserta kawasan pendukungnya.
"Sekarang kami lagi membangun yudikatif. Kami sudah mulai, sudah 15 persen sekarang. Kami harus selesai 2027," ujarnya.

Menurut Basuki, pembangunan kompleks legislatif yang akan ditempati DPR, DPD, dan MPR juga terus berjalan dengan progres sekitar 16 persen.

"Legislatif juga sama sekitar 16 persen. DPR, DPD, MPR, sidang paripurna semua harus selesai," ucapnya.

Baca juga: Prabowo ke IKN, Koreksi Konsep Pembangunan dan Siapkan Tiga Sekolah Taruna

Di sisi lain, pemerintah juga mulai menyiapkan pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke IKN. 

Kata dia, Otorita IKN telah merekomendasikan 16 kementerian/lembaga prioritas untuk mulai berkantor di ibu kota baru sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025.

"Kami sudah merekomendasikan 16 kementerian/lembaga yang prioritas bisa dipindahkan dengan kapasitas 4.100-an ASN. Sudah mulai pindah mulai tahun ini. Kami sudah siap," kata Basuki.

Selain pembangunan fisik, Otorita IKN juga mendapat amanah menjadi salah satu lokasi percontohan rehabilitasi mangrove melalui Program M4CR.

Basuki menyebut kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab besar karena keberhasilan program akan menentukan skema pembiayaan berbasis hasil (result-based financing) yang digunakan.

"Saya kira kami sangat berterima kasih. Dengan M4CR ini tentunya menjadi tanggung jawab yang lebih besar dan harus berhasil. Kami siap menjadi salah satu lokasi contoh," ujarnya.

Dia mengatakan, model rehabilitasi mangrove yang dikembangkan di IKN nantinya akan direplikasi ke wilayah lain yang menjadi lokasi program, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara.

Di IKN sendiri, target rehabilitasi mangrove mencapai 150 hektare dari total kawasan mangrove seluas sekitar 1.100 hektare, dan dia optimistis target tersebut dapat dicapai sebelum 2027.

Pengalamannya mengembangkan kawasan mangrove saat bertugas di Bali menjadi bekal dalam menjalankan program tersebut di IKN.

Baca juga: Basuki Hadimuljono Dampingi Seskab Teddy Tinjau Istana hingga Hotel di Kawasan Inti IKN

Dia  juga terus menggalakkan budaya menanam pohon di lingkungan Otorita IKN. Sedikitnya setiap dua pekan, ratusan ASN Otorita IKN bersama-sama melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya mewujudkan konsep forest city.

"Nanti tanggal 15 Agustus kami tanam 17.708 pohon. Otorita IKN punya 1.100 ASN, tiap dua minggu sekitar 700 sampai 800 orang ikut menanam pohon," katanya.

Basuki mengaku bahkan ikut merawat langsung pohon-pohon yang ditanam bersama jajarannya, mulai dari memberi pupuk hingga memangkas ranting.

"Saya sendiri pupuk sendiri, saya pruning sendiri sama tim saya. Targetnya 2028 saat ditengok lagi ini sudah agak rimbun. Tapi yang saya yakin, 15 tahun lagi ini jadi forest (hutan), " pungkas Basuki.

Sementara itu Valyas (45) warga Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menjadikan IKN sebagai pusat pemerintahan politik.

Pasalnya sampai sekarang, gedung-gedung yang sudah terbangun belum diisi oleh para ASN. Bahkan aktivitas pemerintahan di sana juga belum berjalan.

"Dulu di sini adalah hutan dan tempat saya offroad motor, sekarang sudah menjadi IKN. Saya sempat ragu apakah IKN tetap dijadikan pusat pemerintahan? Karena sampai sekarang belum ada aktivitas," ujar Valyas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.