Trisno PAS Band Sempat Manggung di Tasikmalaya Dua Pekan Sebelum Masuk Rumah Sakit
Machmud Mubarok August 02, 2026 03:35 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG – Penampilan di Tasikmalaya menjadi salah satu momen terakhir Bambang Sutrisno atau Trisno PAS Band di atas panggung sebelum kesehatannya menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan kakak Trisno, Bengbeng PAS Band, usai prosesi pemakaman sang adik di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, Kota Bandung, Minggu (2/8/2026).

Menurut Bengbeng, sebelum menjalani perawatan di rumah sakit, Trisno masih sempat tampil bersama proyek musik lain di Tasikmalaya sekitar dua pekan sebelumnya.

"Kalau dengan PAS itu terakhir di Bogor, acara ulang tahun Bogor. Tapi kalau dia terakhir manggung, dia punya proyek sendiri di Tasikmalaya dua minggu sebelum dia masuk ke rumah sakit," kata Bengbeng.

Bengbeng mengatakan, Trisno memang dikenal sebagai musisi yang tetap bersemangat tampil di atas panggung. Bahkan hingga beberapa pekan sebelum sakit, bassist PAS Band itu masih aktif menjalani kegiatan bermusik.

Baca juga: Musisi Peduli Bareng Hi Look Bergerak Berikan Bantuan Ratusan Anak Yatim Asal Tasikmalaya

Baca juga: Musisi Legendaris Acil Bimbo Siang Ini Akan Dimakamkan di Cipageran Cimahi

Kepergian Trisno meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan satu band, dan para musisi yang mengenalnya.

Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Trisno di TPU Cikutra. Sejumlah musisi turut hadir mengantarkan kepergian bassist PAS Band tersebut ke tempat peristirahatan terakhir, di antaranya Andi Rif.

Saat jenazah diturunkan ke liang lahat, Yuki PAS Band, Sandy PAS Band, dan Bengbeng tampak tak kuasa menahan kesedihan.

Bengbeng mengatakan, banyaknya musisi yang hadir merupakan bukti bahwa Trisno adalah sosok yang mudah bergaul dan memiliki banyak sahabat di dunia musik.

"Terus terang, adik saya itu orangnya supel, banyak temannya dari berbagai kalangan. Jadi seperti ini, banyak yang bisa menemani pemakamannya," ujarnya.

Ia juga mengenang kedekatannya dengan Trisno sejak awal bermusik bersama. Menurutnya, sang adik memiliki karakter yang tegas, tetapi juga humoris sehingga mudah diterima oleh banyak orang.

"Saya dekat sama dia. Saya nge-band juga pertama sama dia. Jadi saya tahu persis orangnya. Sifatnya temperamental, tapi humoris juga," ucap Bengbeng.

Trisno meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) setelah menjalani perawatan akibat sakit. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi PAS Band dan dunia musik Indonesia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.