TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut kunci jawaban pada soal IPA Kelas 9 Halaman 22 Ayo Uji Kemampuan Bab 1 tentang Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia Kurikulum Merdeka Revisi.
Dalam sebelum melihat kunci jawaban, sebainya siswa dapat mengerjakan soal secara mandiri.
Kunci jawaban nantinya digunakan sebagai pembandung untuk mengukur kemampuan masing-masing siswa.
Inilah soal dan kunci jawaban soal IPA Kelas 9 Halaman 22 Ayo Uji Kemampuan BAB 1 Kurikulum Merdeka Revisi, pahami dengan baik.
Ayo Uji Kemampuan
1. Apa nama bagian dan fungsi dari setiap struktur sel saraf yang diberi label A-G?
(Gambar struktur sel saraf)
2. Bagaimana urutan jalannya rangsang sampai dengan diinterpretasikan pada organ mata, hidung, telinga, lidah, dan kulit?
3. Seorang pria dapat mengemudi dengan aman tanpa kacamata, tetapi mengalami kesulitan membaca petunjuk jalan tanpa kacamata. Identifikasi kondisi mata pria tersebut dan jenis lensa apa yang paling cocok digunakan!
4. Seorang atlet panjat tebing tergelincir dan secara spontan langsung mencengkeram batu terdekat tanpa berpikir. Setelah berhasil bertahan, ia baru menyadari bahwa tangannya terluka. Jelaskan bagaimana sistem saraf memungkinkan tindakan spontan tersebut terjadi tanpa melibatkan kesadaran terlebih dahulu! Menurutmu, mengapa mekanisme ini penting bagi keselamatan manusia?
Jawaban:
1. Bagian dan fungsi sel saraf (label A-G):
A = Dendrit
Fungsi: Menerima rangsang atau impuls dari neuron lain atau reseptor, lalu menghantarkannya ke badan sel.
B = Nukleus (inti sel)
Fungsi: Mengatur seluruh aktivitas sel saraf dan menyimpan materi genetik (DNA).
C = Badan sel (soma)
Fungsi: Tempat organel sel dan nukleus berada serta mengolah impuls sebelum diteruskan ke akson.
D = Selubung mielin
Fungsi: Melindungi akson dan mempercepat penghantaran impuls saraf.
E = Sel Schwann
Fungsi: Membentuk selubung mielin, memberi nutrisi pada akson, serta membantu regenerasi saraf.
F = Nodus Ranvier
Fungsi: Celah di antara selubung mielin yang memungkinkan impuls "melompat" sehingga penghantarannya lebih cepat.
G = Sinapsis (ujung akson/terminal akson)
Fungsi: Meneruskan impuls ke neuron lain, otot, atau kelenjar melalui pelepasan neurotransmiter.
2. Urutan jalannya rangsang:
Rangsang --> reseptor pada organ indra (retina pada mata, sel olfaktori pada hidung, sel rambut di koklea pada telinga, kuncup pengecap pada lidah, dan reseptor pada kulit) --> neuron sensorik (saraf aferen) --> sumsum tulang belakang atau otak (melalui saraf kranial sesuai jenis rangsang) --> korteks sensorik di otak --> rangsang diinterpretasikan menjadi penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecap, atau perabaan.
3. Kondisi mata pria dan lensa korektif:
Kondisi: Miopi (rabun jauh) ditandai tidak dapat membaca rambu lalu lintas yang umumnya jaraknya cukup jauh.
Lensa korektif: Lensa cekung (negatif) untuk memfokuskan bayangan benda agar tepat di retina.
4. Mekanisme respons spontan atlet panjat tebing (gerak refleks):
Saat tergelincir, rangsang bahaya (tekanan atau nyeri) diterima oleh reseptor pada kulit --> impuls dibawa oleh neuron sensorik ke sumsum tulang belakang --> diteruskan melalui interneuron ke neuron motorik --> impuls dikirim ke otot tangan sehingga tangan spontan mencengkeram batu (gerak refleks).
Setelah gerakan refleks terjadi, impuls juga diteruskan ke otak sehingga atlet baru menyadari bahwa tangannya terluka.
Mekanisme ini penting karena memungkinkan tubuh bereaksi sangat cepat tanpa menunggu pemrosesan sadar di otak, sehingga melindungi tubuh dari bahaya dan meningkatkan peluang keselamatan.
(Tribunpekanbaru.com)