TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG – Dampak musim kemarau yang semakin meluas membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, terus mempercepat penyaluran bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air.
Hingga awal Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang telah mendistribusikan 247.000 liter air bersih kepada 19.452 jiwa atau 5.385 kepala keluarga (KK).
Bantuan tersebut disalurkan kepada warga di 38 desa yang tersebar di 13 kecamatan melalui 48 kali pengiriman (rit).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiyati, mengatakan distribusi air bersih masih terus dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah yang mengalami kekeringan paling parah.
"Distribusi air bersih masih terus berlangsung. Kami memprioritaskan wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau," katanya dalam sambungan telepon, (2/8/2026).
Baca juga: Kisah Nengsih, Bertahun-tahun Hidup di Rumah Tak Layak Huni Berukuran 4x4 Meter di Lebak Banten
Ia menjelaskan, bantuan air bersih telah disalurkan ke Kecamatan Cadasari, Karangtanjung, Angsana, Sindangresmi, Patia, Munjul, Cikeusik, Picung, Sukaresmi, Sobang, Panimbang, Cigeulis, dan Koroncong.
"Ada 13 kecamatan yang terdampak kekeringan tahun ini," ujarnya.
Menurut Lilis, wilayah Kecamatan Patia dan Sukaresmi menjadi daerah dengan jumlah penerima bantuan yang cukup besar karena tersebar di beberapa desa yang mengalami penurunan debit sumber air.
Sementara itu, di Kecamatan Angsana, Sindangresmi hingga Koroncong, bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
"Masih didominasi wilayah selatan Pandeglang. Sumur-sumur warga di sana sudah pada mengering," jelasnya.
Lilis menambahkan, BPBD-PK terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar distribusi bantuan tepat sasaran.
"Kami juga membuka laporan dari pemerintah desa apabila terdapat wilayah lain yang mulai mengalami kekeringan, sehingga penyaluran bantuan dapat segera dilakukan," katanya.
Pemkab Pandeglang juga mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau.
Tam hanya itu, Pemkab Pandeglang juga memastikan distribusi bantuan air bersih akan terus dilakukan selama kebutuhan masyarakat masih tinggi dan kondisi kekeringan belum berakhir.