KNMP Bilelando Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Baru Nelayan di Lombok Tengah
Laelatunniam August 02, 2026 04:21 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Pemerintah terus memperkuat upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Di Kabupaten Lombok Tengah, KNMP Bilelando diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengintegrasikan berbagai layanan usaha perikanan dalam satu kawasan, sehingga nelayan tidak hanya memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik, tetapi juga memiliki posisi tawar yang lebih kuat di pasar.

Komitmen tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto.

Kunjungan tersebut turut didampingi Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dan Bupati Lombok Tengah saat meninjau kawasan KNMP Bilelando, Jumat (31/7/2026).

Dalam dialog bersama para nelayan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah kini memberikan perhatian lebih besar kepada sektor perikanan. Menurutnya, dibandingkan sektor pertanian, kesejahteraan nelayan masih membutuhkan dorongan yang lebih kuat.

“Petani padi sudah alhamdulillah bagus. Sekarang nelayan yang paling susah. Karena itu, tahun ini kita fokus kepada nelayan,” ujarnya.

Menurut Zulkifli Hasan, pembangunan KNMP tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur semata, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem usaha yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Untuk mendukung tujuan tersebut, KNMP Bilelando dilengkapi berbagai fasilitas terpadu, mulai dari shelter pendaratan ikan, balai lelang, pabrik es, cold storage, bengkel nelayan, kios perbekalan, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang ditargetkan mulai dibangun sebelum September mendatang.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengatasi persoalan klasik yang selama ini dihadapi nelayan, yakni keterpaksaan menjual hasil tangkapan dengan harga rendah karena keterbatasan sarana penyimpanan.

“Kalau nelayan dapat ikan banyak lalu ditawar murah, sekarang bisa disimpan dulu karena ada pabrik es dan cold storage. Ada balai lelang, nanti juga ada SPBN sehingga biaya operasional nelayan lebih ringan,” katanya.

Seluruh fasilitas tersebut nantinya akan dikelola oleh Koperasi Nelayan Merah Putih yang terhubung dengan jaringan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah. Melalui sistem tersebut, pemasaran hasil tangkapan tidak lagi bergantung pada pasar lokal, tetapi memiliki akses yang lebih luas hingga ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Kalau ikan tidak laku di sini, koperasi akan terhubung dengan jaringan koperasi di seluruh Indonesia sehingga pasarnya lebih luas. Kita ingin nelayan Indonesia semakin produktif, maju, dan makmur,” jelasnya.

Selain berdialog dengan masyarakat nelayan, Menko Pangan juga menyerahkan secara simbolis bantuan beras dan minyak goreng sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mendampingi seluruh rangkaian kegiatan bersama Bupati Lombok Tengah serta jajaran kementerian dan pemerintah daerah.

KNMP Bilelando sendiri memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Kawasan ini melayani sekitar 309 nelayan aktif yang didukung 81 unit kapal perikanan, dengan produksi mencapai sekitar 550,70 ton per tahun atau senilai sekitar Rp17,92 miliar.

Di atas lahan seluas 6.351,76 meter persegi, kawasan ini dilengkapi berbagai sarana pendukung, seperti pabrik es, cold storage, gudang beku portabel, mobil berpendingin, balai lelang, bengkel nelayan, kios pemasaran ikan, kios perbekalan, kios kuliner, hingga fasilitas rantai dingin lainnya. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga mutu hasil tangkapan, meningkatkan nilai tambah produk perikanan, serta memperkuat daya saing nelayan di pasar.

Di akhir kunjungannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui peningkatan nilai tukar nelayan.

“Target kita nilai tukar nelayan naik dari sekitar 103 menjadi 120. Mohon doanya,” pungkasnya.

Baca juga: Sosok Zulkifli Hasan, Menko Pangan yang Tinjau Kampung Nelayan Lombok Timur

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.