Lucky Senduk: Tekanan, Tuduhan hingga Godaan Jabatan Jadi Tantangan Memimpin PD Pasar Manado
Rizali Posumah August 02, 2026 04:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Direktur Utama PD Pasar Manado, Lucky Senduk, mengakui memimpin perusahaan daerah yang mengelola pasar tradisional bukanlah pekerjaan mudah.

Selain menghadapi persoalan di lapangan, ia juga harus menghadapi tekanan, tuduhan, hingga godaan yang datang bersama jabatan tersebut.

Hal itu diungkapkan Lucky Senduk dalam podcast bersama Tribun Manado yang dipandu Pemimpin Redaksi Tribun Manado, Jumadi Mappanganro, Jumat (31/7/2026).

Podcast bertempat di Kantor PD Pasar Manado, Shopping Center, Jalan AA Maramis, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Menurut Lucky, salah satu tantangan terberat justru datang ketika dirinya beberapa kali menjadi sorotan publik akibat berbagai dinamika yang terjadi di PD Pasar Manado.

Ia mengaku keluarganya, terutama anak-anak, sempat merasa khawatir saat dirinya diterpa tuduhan korupsi yang ramai diperbincangkan di media sosial.

"Memang kadang-kadang ada pasang surut. Maksudnya kadang-kadang mereka kasi semangat: kuat berdoa, jangan lupa ikut misa," ujarnya.

Namun, lanjut Lucky, anak perempuannya yang tinggal di Bali adalah yang paling merasa khawatir ketika dirinya diterpa isu miring. 

"Tapi kadang-kadang mereka juga khawatir seperti yang viral-viral waktu itu ada tuduhan korupsilah dan lain-lain. Anak saya yang di Bali bilang: Pak kalau apa berhenti saja kerja. Ini sampai ke saya di Bali mereka kirim-kirim papa korupsi," katanya.

Dirinya pun berusaha menenangkan anaknya dengan meyakinkan bahwa dirinya tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan.

"Saya bilang: sudah, percaya saja selama (papa) berjalan di jalan yang benar dan yakin tidak pernah bikin itu percaya saja. Akhirnya dia menerima," ungkap dia. 

Lucky mengatakan berbagai meme dan unggahan bernada negatif bahkan sempat dikirim dan ditandai ke akun media sosial anaknya.

"Jadi sebenarnya paling banyak justru anak-anak saya yang khawatir karena ada yang meme-meme itu dikirim juga ke akun medsos anak saya yang ada di Bali. Itu malah ditag ke akun Instagram, Facebook anak saya."

Meski demikian, komunikasi yang terus terjalin dengan keluarga turut menguatkan dirinya.

"Tapi ya itu yang penting saya bilang kita komunikasi lancar. Dia banyak kali video call, cerita. Hubungan kita dekat jadi saling menguatkan. Saya yakinkan bahwa percaya saja bahwa bapak tidak berbuat itu."

Tantangan dan Godaan

Lucky berbicara mengenai tantangan terbesar memimpin PD Pasar Manado. 

Menurutnya, citra negatif yang selama ini melekat pada jabatan Direktur Utama PD Pasar menjadi tantangan tersendiri.

"Menjadi Dirut PD Pasar banyak sekali tantangan. Tantangan yang pertama terkait imej. Imej yang ada, menjadi Dirut PD Pasar itu berarti potensi korupsi besar karena sepanjang periode-periode ini selalu ada yang bermasalah hukum."

Karena itu, ia memilih memperkuat sistem administrasi dan tidak mengambil keputusan tanpa dasar yang jelas.

"Untuk menyikapi ini kita harus tahu tahan diri, lalu kita juga harus tahu mana hak dan kewajiban kita. Jangan kita sembarang. Kalau saya yang penting administrasi lengkap saya terima. Kalau tidak ya tidak."

Dirinya pun mengakui terkait adanya godaan dalam jabatan tersebut sangat besar.

"Banyak godaan? Pasti. Ada bilang: oh sudah Pak Dirut kita selesaikan itu, Pak Dirut duduk saja, nanti ada. Banyak sekali godaan-godaan seperti begitu. Tapi ya, dari diri kita sendiri, kalau cepat tergoda dengan itu ya selesai," kata dia.

Selain itu, Lucky mengatakan dirinya harus menghadapi beragam karakter masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda.

"Kita berhadapan dengan bermacam-macam karakter, ada yang mengerti dan berpendidikan tapi ada juga yang tidak. Dari segala lapisan, dari segala suku bangsa," terang dia. 

Menurutnya, bahkan kesalahan kecil dalam mengambil langkah bisa berkembang menjadi isu suku, agama, ras, antargolongan (SARA), bahkan dikaitkan dengan politik.

"Salah bergerak bisa dibawa ke isu primordial, bisa ke sara. Malah dibawa-bawa ke warna-warni partai. Itu tantangannya," ungkap dia. 

Karena itu, ia selalu mengingatkan jajaran pimpinan PD Pasar agar bekerja secara profesional tanpa dipengaruhi kepentingan politik.

"Saya selalu mengumpulkan teman-teman pimpinan, kita harus mampu menempatkan diri kita. Kita di sini selaku pengelola tidak ada campur tangan dari siapapun. Yang dulu pernah urus partai silakan lepas kita kerja hanya untuk kepentingan pasar," turunya. 

Menurut Lucky, tujuan utama pengelolaan pasar adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Saya bilang: kita melayani Kota Manado, pasar bagus maka masyarakat Kota Manado akan merasa puas, maka kita juga merasa terpuaskan atas kerja kita," ucap dia.

Dirinya mengaku pernah mendapat usulan agar pedagang dimanfaatkan untuk mengumpulkan suara di politik.

Namun ide tersebut ditentangnya dengan tegas. 

"Banyak yang bilang: Pak boleh pakai politik ini pasar sekian ratus pedagang, sekian ribu pedagang suruh mereka jadi tim sukses. Saya bilang: salah itu. Jangan melihat ini secara politik, kalau kita bikin bagus ini pasar pada akhirnya masyarakat akan menilai itu," kata dia. 

Lucky menegaskan pegawai maupun pedagang tidak boleh diarahkan untuk kepentingan politik.

"Jadi salah jika kita mengarahkan pegawai, salah jika kita mengarahkan pedagang, jangan. Sekali-kali jangan. Lebih baik kita bekerja dengan baik dan biarkan masyarakat menilai dan ikut merasakan manfaatnya dan nanti akan melihat kita di mana dan malah secara politis keuntungannya cukup besar," tutur dia. 

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.