Kalender Bali: Rerahinan Terdekat Buda Wage Merakih 5 Agustus 2026, Ini Makna dan Daftar Piodalannya
Putu Kartika Viktriani August 02, 2026 04:38 PM

TRIBUN-BALI.COM – Setelah perayaan Tumpek Krulut, umat Hindu kembali akan memasuki rerahinan terdekat dalam Kalender Bali, yakni Buda Wage Merakih atau Buda Cemeng Merakih yang jatuh pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Hari suci yang datang setiap 210 hari atau enam bulan sekali ini menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk menyucikan pikiran, mengendalikan hawa nafsu, serta melakukan persembahyangan memohon kedamaian dan kebahagiaan hidup.

Buda Wage Merakih merupakan pertemuan Saptawara Buda (Rabu), Pancawara Wage, dan Wuku Merakih.

Dalam tradisi Hindu Bali, rerahinan ini memiliki makna spiritual yang mendalam karena menjadi waktu yang tepat untuk mengendalikan indria dan memperkuat kehidupan rohani.

 

Makna Buda Wage Merakih Menurut Lontar Sundarigama

Terkait Buda Wage Merakih, dijelaskan dalam Lontar Sundarigama sebagai berikut:

Baca juga: Jadwal Rerahinan Hindu Agustus 2026 Sesuai Kalender Bali: Ada Tumpek Krulut dan Buda Kliwon Matal

"Buda Wage, ngaraning Buda Cemeng, kalingania adnyana suksema pegating indria, Betari Manik Galih sira mayoga, nurunaken Sang Hyang Ongkara Mertha ring sanggar, muang ring luwuring aturu, astawakna ring seri nini kunang duluring diana semadi ring latri kala."

Berdasarkan terjemahan Lontar Sundarigama yang diterbitkan Parisada Hindu Dharma Kabupaten Tabanan (1976), Buda Wage atau Buda Cemeng memiliki makna mewujudkan inti hakikat kesucian pikiran dengan memutus atau mengendalikan sifat-sifat kenafsuan dan indria.

Pada hari ini dipercaya sebagai payogan Bhatari Manik Galih, yakni saat Sang Hyang Omkara Amerta atau inti kehidupan diturunkan sebagai anugerah spiritual kepada umat.

Karena itu, umat Hindu dianjurkan memperbanyak sembahyang dan introspeksi diri agar memperoleh ketenangan batin.

Apa yang Dilakukan Saat Buda Wage Merakih?

Pada rerahinan ini, umat Hindu dianjurkan melaksanakan beberapa hal, yaitu:

  • Menghaturkan canang wangi-wangi sebagai persembahan.
  • Melaksanakan persembahyangan di sanggah atau merajan.
  • Menghaturkan persembahan di atas tempat tidur (luwuring aturu).
  • Menghaturkan persembahan kepada Sang Hyang Sri sebagai simbol kemakmuran.

Pada malam hari dianjurkan melakukan semadi, yoga, atau renungan suci untuk menenangkan pikiran.

Melalui rangkaian persembahyangan tersebut, umat diharapkan mampu mengendalikan hawa nafsu, membersihkan pikiran dari hal-hal negatif, serta memperoleh kedamaian, kebahagiaan, dan keseimbangan lahir batin.

Daftar Piodalan Bertepatan Buda Wage Merakih

Berdasarkan Kalender Bali, berikut sejumlah pura yang melaksanakan piodalan pada Buda Wage Merakih, 5 Agustus 2026:

  • Pura Bendesa Mas Kepisah, Pedungan, Denpasar Selatan.
  • Pura Natih Banjar Kalah, Batubulan.
  • Pura Desa Silakarang, Singapadu.
  • Pura Dalem Petitenget, Kerobokan, Kuta.
  • Pura Dalem Pulasari, Samplangan, Gianyar.
  • Pura Kubayan Kepisah, Pedungan, Denpasar Selatan.
  • Pura Pasek Gelgel Banjar Tanahpegat, Tabanan.
  • Pura Paibon Banjar Bengkel, Sumerta, Denpasar.
  • Pura Pasek Lumintang, Denpasar.
  • Pura Panti Penyarikan Medahan, Sanding, Tampaksiring.
  • Pura Pasar Agung Banjar Dauh Peken, Kaba-Kaba, Tabanan.

Jadwal Rerahinan Hindu Agustus 2026

Selain Buda Wage Merakih, berikut beberapa rerahinan penting pada Agustus 2026 sesuai Kalender Bali:

1 Agustus 2026 – Tumpek Krulut

5 Agustus 2026 – Buda Wage Merakih

7 Agustus 2026 – Hari Bhatara Sri

11 Agustus 2026 – Anggara Kasih Tambir

11 Agustus 2026 – Kajeng Kliwon Uwudan

12 Agustus 2026 – Tilem

18 Agustus 2026 – Anggara Paing Medangkungan

26 Agustus 2026 – Kajeng Kliwon Enyitan dan Buda Keliwon Matal

27 Agustus 2026 – Purnama

Buda Wage Merakih menjadi salah satu rerahinan yang mengingatkan umat Hindu agar senantiasa menjaga kesucian pikiran dan mengendalikan indria dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Melalui persembahyangan, persembahan sederhana, serta semadi pada malam hari, umat diharapkan memperoleh ketenangan batin, kebijaksanaan, dan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.