TRIBUN-BALI.COM – Setelah perayaan Tumpek Krulut, umat Hindu kembali akan memasuki rerahinan terdekat dalam Kalender Bali, yakni Buda Wage Merakih atau Buda Cemeng Merakih yang jatuh pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Hari suci yang datang setiap 210 hari atau enam bulan sekali ini menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk menyucikan pikiran, mengendalikan hawa nafsu, serta melakukan persembahyangan memohon kedamaian dan kebahagiaan hidup.
Buda Wage Merakih merupakan pertemuan Saptawara Buda (Rabu), Pancawara Wage, dan Wuku Merakih.
Dalam tradisi Hindu Bali, rerahinan ini memiliki makna spiritual yang mendalam karena menjadi waktu yang tepat untuk mengendalikan indria dan memperkuat kehidupan rohani.
Terkait Buda Wage Merakih, dijelaskan dalam Lontar Sundarigama sebagai berikut:
Baca juga: Jadwal Rerahinan Hindu Agustus 2026 Sesuai Kalender Bali: Ada Tumpek Krulut dan Buda Kliwon Matal
"Buda Wage, ngaraning Buda Cemeng, kalingania adnyana suksema pegating indria, Betari Manik Galih sira mayoga, nurunaken Sang Hyang Ongkara Mertha ring sanggar, muang ring luwuring aturu, astawakna ring seri nini kunang duluring diana semadi ring latri kala."
Berdasarkan terjemahan Lontar Sundarigama yang diterbitkan Parisada Hindu Dharma Kabupaten Tabanan (1976), Buda Wage atau Buda Cemeng memiliki makna mewujudkan inti hakikat kesucian pikiran dengan memutus atau mengendalikan sifat-sifat kenafsuan dan indria.
Pada hari ini dipercaya sebagai payogan Bhatari Manik Galih, yakni saat Sang Hyang Omkara Amerta atau inti kehidupan diturunkan sebagai anugerah spiritual kepada umat.
Karena itu, umat Hindu dianjurkan memperbanyak sembahyang dan introspeksi diri agar memperoleh ketenangan batin.
Pada rerahinan ini, umat Hindu dianjurkan melaksanakan beberapa hal, yaitu:
Pada malam hari dianjurkan melakukan semadi, yoga, atau renungan suci untuk menenangkan pikiran.
Melalui rangkaian persembahyangan tersebut, umat diharapkan mampu mengendalikan hawa nafsu, membersihkan pikiran dari hal-hal negatif, serta memperoleh kedamaian, kebahagiaan, dan keseimbangan lahir batin.
Berdasarkan Kalender Bali, berikut sejumlah pura yang melaksanakan piodalan pada Buda Wage Merakih, 5 Agustus 2026:
Selain Buda Wage Merakih, berikut beberapa rerahinan penting pada Agustus 2026 sesuai Kalender Bali:
1 Agustus 2026 – Tumpek Krulut
5 Agustus 2026 – Buda Wage Merakih
7 Agustus 2026 – Hari Bhatara Sri
11 Agustus 2026 – Anggara Kasih Tambir
11 Agustus 2026 – Kajeng Kliwon Uwudan
12 Agustus 2026 – Tilem
18 Agustus 2026 – Anggara Paing Medangkungan
26 Agustus 2026 – Kajeng Kliwon Enyitan dan Buda Keliwon Matal
27 Agustus 2026 – Purnama
Buda Wage Merakih menjadi salah satu rerahinan yang mengingatkan umat Hindu agar senantiasa menjaga kesucian pikiran dan mengendalikan indria dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Melalui persembahyangan, persembahan sederhana, serta semadi pada malam hari, umat diharapkan memperoleh ketenangan batin, kebijaksanaan, dan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
(*)