TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Keluarga dan kerabat mendatangi lokasi tiga orang yang tenggelam di Sungai Ogan wilayah Rantau Alai, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Kedatangan puluhan warga tersebut untuk mendoakan, sekaligus membantu Tim SAR menelusuri sungai.
Huzaimi, salah seorang anggota keluarga mengatakan, ketiga orang yang hanyut merupakan pekerja atau kuli bangunan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ogan Ilir.
"Tiga orang itu kerja bangunan Sekolah Rakyat. Maman (Rahman Udin) itu masih keluarga saya. Dia tukang las fondasi gedung (Sekolah Rakyat)," kata Huzaimi kepada TribunSumsel.com, Minggu (2/8/2026).
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ogan Ilir berlokasi di daerah Rantau Alai, tak terlampau jauh dari titik orang tenggelam.
"Bukan cuma keluarga dan kerabat, tetangga Maman di kampung juga ada yang datang ke sini (titik tenggelam). Kami semua berdoa," ujar Huzaimi.
Dilanjutkannya, pihak keluarga orang tenggelam di Cilacap, Jawa Tengah, sudah mendapatkan informasi terkait peristiwa ini.
"Entah nanti keluarga dari Cilacap mau datang ke sini atau seperti apa. Kami juga masih koordinasi karena masih ada (orang tenggelam) yang belum ketemu," kata Huzaimi.
Informasi dari polisi dan BPBD, satu dari tiga orang tenggelam ditemukan tak bernyawa pada Minggu (2/8/2026) dini hari pukul 00.15.
Orang pertama yang ditemukan yakni Ari Febriansyah (18 tahun).
Ia tercatat sebagai warga Cilacap, Jawa Tengah, sama seperti orang tenggelam lainnya bernama Rizky Saputra (22 tahun).
Sementara satu orang lainnya bernama Rahman Udin (33 tahun) merupakan warga Rambang Kuang, Ogan Ilir.
Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat menerangkan, kronologi peristiwa tersebut berawal saat lima orang warga, termasuk tiga orang tenggelam, merayakan ulang tahun.
Perayaan ulang tahun itu dilakukan di tepian Sungai Ogan pada Sabtu (1/8/2026) petang sekira pukul 16.00.
"Jadi ada lima orang, tiga laki-laki yang tenggelam dan dua orang perempuan. Ceritanya, yang ulang tahun itu salah seorang perempuan di kelompok mereka," terang Edi.
Diduga salah seorang laki-laki di antara kelompok tersebut terpeleset dan jatuh ke sungai.
"Kemudian dua orang laki-laki lainnya berupaya membantu teman mereka yang hanyut. Namun justru ketiganya hanyut bersamaan. Pencarian terus dilakukan, radius pencarian di sungai diperpanjang," jelas Edi.
(*)